Gubernur Terbitkan Surat Edaran Salat Id di Rumah

- Periklanan -

PALU –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) akhirnya menerbitkan Surat Edaran resmi terkait pelaksanaan salat idul fitri (Id)  tahun ini. Dalam edaran itu, Pemprov menegaskan agar meniadakan pelaksanaan salat idul fitri di masjid, musalla dan tempat terbuka lainnya.
“Mengimbau pelaksanaan salat idul fitri 1441 H secara berjamaah bersama anggota keluarga inti di rumah masing-masing atau secara sendiri (munfarid),” sebut Gubernur Sulteng, Longki Djanggola dalam surat edaran yang diterbitkan kemarin (22/5).
Dalam merumuskan surat edaran ini, Pemprov Sulteng mengelar rapat bersama Forkopimda dipmpin Gubernur Sulteng H. Longki Djanggola. Sekaligus menindaklanjuti Edaran Menteri Agama dan tausiah MUI pusat tentang pelaksanaan salat idul fitri 1 Syawal 1441 H dalam rangka mencegah dan memutus penyebaran Covid-19 di Sulteng.
Rapat bersama melibatkan MUI Sulteng, Ketua MUI Kota Palu, Kanwil Agama Sulteng, Wakil Ketua DPRD Muharram Nurdin, Wagub Sulteng Rusli Dg Palabbi dan Sekprov Sulteng.
Berbagai masukan serta saran melengkapi draft surat edaran yang kemudian disempurnakan dalam edaran Gubernur Sulteng nomor : 451.11/274/RO. Kesosmas.
Selain itu sebelum menerima masukan, Gubernur memberi kesempatan Kadis Kesehatan Reny Lamadjido memaparkan kondisi terakhir Covid-19 di Sulteng. Dalam kesempatan itu dipastikan Sulteng tidak ada zona hijau berdasarkan analisis Kementerian Kesehatan.
Tujuan rapat ini menindaklanjuti edaran Menteri Agama dan tausiah MUI Pusat, MUI Provinsi dan MUI Kabupaten/kota. Diharapkan dengan pertemuan ini menghasilkan imbauan atau edaran kepada masyarakat Sulawesi Tengah secara keseluruhan. Baik itu daerah zona, hijau, kuning, orange maupun merah, sehingga masyarakat betul-betul bisa paham, ungkap Gubernur menjelaskan tujuan rapat bersama, di  ruang kerja Gubernur, Jumat (22/5).
Dalam edaran Gubernur memuat penegasan yang intinya memastikan bukan untuk melarang melaksanakan salat idul fitri, namun menegaskan tempat pelaksanaan dalam situasi yang mungkin terjadi penularan Covid-19. Tujuannya untuk menghindarkan adanya penyebaran corona virus. Hal ini juga menyikapi adanya kriteria zonasi penyebaran covid yang memerlukan sosialisasi bersama kepada masyarakat.
Poin pertama, meniadakan pelaksanaan salat idul fitri secara berjamaah di lapangan, masjid, musala dan tenpat terbuka lainnya. Mengimbau masyarakat melaksanakan salat idul fitri di rumah masing-masing bersama keluarga inti.
Sesuai fatwah MUI pusat dan tausiah MUI provinsi Sulteng, maka untuk daerah-daerah yang belum terkonfirmasi positif covid-19 (Zona Hijau dan Zona Kuning) dapat melaksanakan salat idul fitri di masjid saja atau musala. Namun ditekankan pelaksanananya dengan ketentuan dan syarat, berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan, seperti kawasan pedesaan, atau kawasan perumahan terbatas yang homogen, yang tidak ada terpapar covid-19 dan tidak ada keluar masuk orang. Namun kebijakan pelaksanaan salat idul fitri di masjid sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah kabupaten/kota, sesuai kondisi wilayahnya.
Terakhir pelaksanaan salat id di rumah maupun mereka yang melaksanakan di masjid, tetap menerapkan protocol kesehatan.(awl/saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.