Gubernur Sulteng Nyatakan Perang Melawan Narkoba

- Periklanan -

Gubernur H Longki Djanggola menyaksikan Penandatangan MoU pencegahan dan penanggulangan peredaran narkoba antara Kepala BNNP Brigjen Pol Tagam Sinaga dengan Bupati Sigi serta beberapa instansi di Kabupaten Sigi di antara puskesmas. (Foto: Awal)

PALU- Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggpla MSi, menyatakan perang melawan narkoba. Peredaran narkotika dan obat terlarang harus dihentikan, dilawan dan tidak bisa dibiarkan.

Hal itu ditegaskan Gubernur pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, di lapangan sepak bola Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Kamis (13/7).

Dikatakan Gubernur para pengedar narkoba terus bergerak dan menemukan cara-cara baru mengelabui kita dan aparat hukum. Mereka sudah mulai memafaatkan orang-orang yang tidak dicurigai, seperti anak dan juga perempuan untuk dimanfaatkan menjadi kurir.

“Dengan adanya modus baru dalam penyelundupan natkoba ke dalam mainan anak, dalam kaki palsu dan lain sebagainya,” sebut Gubernur.

Saat ini, kata Gubernur, narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Kejahatan luar biasa ini sudah masuk ke dalam semua lapisan masyarakat dan tidak pandang bulu yang menjadi korbannya. Bahkan anak-anak di TK sudah ada terkena narkoba.

- Periklanan -

“Kalau kita lihat di siaran televisi maupun berita di koran bagaimana masuknya natkoba ini sampai di tingkat TK, sekolah dasar melalui permen-permen yang diperjualbelikan. Dan ini sudah terbukti ternyata betul mengandung narkoba,” jelas Gubernur.

Dengan pelaksanaan kegiatan Hari Anti Narkoba Internasional, Gubernur berharap dapat menekan angka pengguna narkoba. Berdasarkan penelitian BNN dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia tahun 2016, menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba nasional sebesar 2,8 persen atau setara dengan 5,1 juta orang. Sedangkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba Sulawesi Tengah 1,90 persen atau sekitar 39.810 orang dari penduduk Sulteng, yang berumur 10 sampai 59 tahun.

“Dalam hal prevalensi Sulteng menduduki rangking 15 dari 34 provinsi di Indonesia,” kata Gubernur.

Dalam upaya perang melawan narkoba, Gubernur mengingatkan semua pihak di organisasi perangkat daerah, lembaga, aparat hukum terutama di Polda dan seluruh Polres dan Polsek untuk terus melakukan pemberantasan jaringan peredaran gelap narkoba.

“Sehingga jaringan sindikat peredaran gelap narkoba di Sulawesi Tengah dapat kita basmi melalui penegakan hukum. Dengan menjatuhkan pidana seberat-beratnya serta menyita aset-asetnya melalui undang-undang tindak pidana pencucian uang, yang pada akhirnya jaringan peredaran gelap narkotika bersih di wilayah Sulawesi Tengah,” harap Gubernur.

Selain Gubernur dan Kepala BNN Brigjen Pol Tagam Sinaga SH, Turut hadir dalam peringatan HANI tingkat provinsi, Ketua DPRD Provinsi H Em Aminuddin Ponulele, Asisten Pemerintahan Arif Latjuba, Bupati Sigi Moh Irwan Lapata, Wabup Sigi Paulina. (awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.