Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gubernur Sulteng Minta yang Putus Sekolah Diakomodir di SMK

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PEDULI SMK: Gubernur H Longki Djanggola bersama pejabat Dinas Dikbud Sulteng beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Pemprov Sulteng/Harold)

PALU- Gubernur H Longki Djanggola menegaskan pendidikan adalah garda terdepan memajukan peradaban bangsa, melahirkan generasi yang spiritual, cerdas, berakhlak mulia, berdaya saing dan berketerampilan. Karena itu Gubernur berpendapat program wajib belajar 12 tahun mesti dioptimalkan dalam kaitan mereposisi wajib belajar 9 tahun yang sudah tidak relevan.

Bahkan bagi anak-anak usia belajar yang putus sekolah, Gubernur minta jajaran dikbud mengakomodir mereka untuk melanjutkan pendidikan ke SMK. “Sehingga begitu tamat, mereka sudah punya keahlian khusus dan tidak hanya jadi penonton di negeri sendiri,” ujarnya menguatkan.

Ini memang sesuai dengan program pemerintah provinsi yakni Gerakan Kembali ke Sekolah 1000 Anak Harapan Bangsa (GKS 1000 AHB). Seperti diberitakan, Gerakan yang digagas Ketua TP PKK Sulteng Hj Zalzulmida A. Djanggola itu bertujuan merekrut mereka yang putus sekolah untuk dibina di SMK. Mereka diberi keterampilan sesuai pilihannya.

Hingga kini Satgas yang dibentuk telah merekrut 200 anak putus sekolah untuk dimasukan di SMK. Ke-200 anak itu berasal dari beberapa kabupaten di Sulteng. Zalzulmida optimis pada saat launching gerakan akan jumlahnya mencapai 1000 orang.

Pada saat memberi sambutan di acara rakor kepala SMA se Sulteng beberapa waktu lalu, Gubernur mengapresiasi para guru honorer yang sangat tulus ikhlas mendidik dan mengabdi pada daerah. “Saya tidak akan tutup mata, untuk itu tetap dicarikan patron yang sesuai aturan undang-undang yang berlaku,” katanya.(sya/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.