Gubernur Minta Sistem Kelistrikan Sulteng Berdiri Sendiri

- Periklanan -

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola MSI, saat melakukan peresmian transmisi dimulainya jaringan interkoneksi, di Gardu Induk Talise, beberapa waktu lalu. Saat itu Gubernur menaruh harapan besar akan ketersediaan energy listrik bagi masyarakat Sulteng. (Foto: Awal)

PALU – Gubernur Longki Djanggola mengaku resah bila PLN kembali melakukan pemadaman bergilir atau pemadaman total pada sistem kelistrikan Sulawesi Tengah.

Ia mengatakan keresahan yang sama sudah pasti juga dirasakan oleh masyarakat. Sebagai Kepala Daerah tentu ia harus memastikan pelayanan kepada masyarakat bisa optimal.

“Meski urusan kelistrikan ini bukan kewenangan kita di daerah, saya siap mendukung dan membantu PLN terkait dengan pembangunan jaringan transmisi kelistrikan, utamanya yang terkait dengan soal lahan masyarakat atau hutan konservasi yang akan dilalui jaringan transmisi itu,” sebut Gubernur, melalui rilisnya (24/4).

- Periklanan -

Ucapan Longki ini sudah dibuktikannya saat pembangunan jaringan transmisi Poso-Sidera yang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat saat ini.

Kepala Daerah yang juga Ketua DPD Partai Gerindra ini bahkan meminta agar sistem kelistrikan Sulawesi Tengah dapat berdiri sendiri. Tidak lagi berada di bawah PLN wilayah Sulawesi Utara, Tengah dan Gorontalo.

“Untuk mempermudah, memperpendek koordinasi dan mengonsentrasikan pembenahan kelistrikan saya meminta PLN membagi daerah kita menjadi regional Sultengbar, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Tidak seperti sekarang kalau ada apa-apa harus berkoordinasi lagi ke Manado,” sebut Longki.

Untuk urusan kelistrikan, Gubernur Longki memang tidak main-main. Pada Sabtu, 31 Januari 2015 silam, ia bahkan pernah memimpin demo ke PLN Cabang Palu. Saat itu bersama sejumlah warga, pengusaha dan pejabat dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi mendatangi PLN untuk memastikan janji mereka membenahi sistem kelistrikan Palu.

“Saya, seperti juga warga Kota Palu dan sekitarnya berharap tidak ada lagi pemadaman bergilir. Bila warga gelisah saat pemadaman listrik bergilir, saya sebagai pemimpin daerah lebih gelisah lagi,” aku Longki. (awl/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.