Gubernur Longki Terima Kunjungan Pengurus Hiswana Migas dan Tim Pertamina SultengBar

Sampaikan Sorotan Masyarakat Terkait Distribusi BBM dan LPG

- Periklanan -

PALU – Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola didampingi Asisten Adm. Perekonomian dan Pembangunan Elim Somba, Kadis ESDM Yanmar Nainggolan, Kadis Perindag Richard A. Djanggola, Karo Adm. Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto, menerima Audiensi Ketua Hiswana Migas Sulteng Moh. Ridwan Rahman bersama Pengurus dan Sales Area Manager (SAM) Pertamina wilayah Sulawesi Tengah, Barat ( SultengBar) Uki Admanagar, bertempat di Ruang Kerja Gubernur, Senin (27/1).
Pada kesempatan itu Ketua Hiswana Migas Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Ridwan Rahman menyampaikan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) Pengurus Hiswana Migas Provinsi Sulawesi Tengah tanggal 12 Desember 2020 dan menyampaikan adanya perubahan struktur Pertamina yang menangani wilayah. Dulunya wilayah Sulutenggo sekarang hanya SultengBar yang dipimpin Uki Admanagar sebagai Sales Area Manager (SAM) dan selanjutnya Pengurus Hiswana Migas mengharapkan adanya arahan dari Gubernur terkait dengan distribusi BBM dan LPG.
Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru Hiswana Migas Sulteng. Gubernur Longki juga menyampaikan harapan yang besar kepada pengurus terkait dengan banyaknya sorotan masyarakat terkait distribusi BBM dan LPG.
Keberadaan Hiswana Migas kata Longki sangat Strategis, dan meminta agar jajaran Pertamina dapat lebih peka dengan kebutuhan masyarakat karena saya Gubernur sangat risau kalau terjadi antrean pada SBPU. Apalagi kata Gubernur Longki, muncul kekwatiran karena daerah kita baru mengalami Bencana dan juga dalam waktu dekat daerah kita juga akan menyelenggarakan Pilkada. Gubernur menjelaskan, dengan adanya Disparitas harga yang tinggi setiap daerah menimbulkan distribusi LPG 3 Kg sangat terganggu.
Selanjutnya Asisten Adm. Perekonomian dan Pembangunan Elim Somba menyampaikan bahwa kedepan Pemerintah Daerah dengan Pertamina akan menerapkan BBM satu harga di wilayah Sulawesi Tengah dan juga melaporkan kepada Gubernur bahwa tahun 2020 Sulawesi Tengah tidak mendapat kenaikan Kuota distribusi BBM dan juga menyampaikan agar Pertamina dapat mengatur penyerapan maupun distribusi BBM supaya tidak terjadi antrean BBM di SBPU.
Ditambahkan Kadis Perindag Sulteng bahwa terkait dengan penetapan HET BBM sudah dirumuskan sebelum terjadinya Bencana tanggal 28 September 2018 yang lalu, tetapi tertunda akibat adanya bencana alam.
Sales Area Manager (SAM) Pertamina Wilayah Sulawesi Tengah Barat, Uki Admanagar, menyampaikan bahwa kedepan Pertamina akan membangunan Depot LPG di Labuan Donggala dengan harapan dapat memperkuat stok elpiji di Sulawesi Tengah dan juga akan membangun SPBE di Poso dengan harapan untuk memperpendek jarak distribusi. Tahun 2020 juga akan dilakukan konpensasi minyak tanah ke Gas Elpiji di Wilayah Banggai Kepulauan.
Ditambahkan Moh. Ridwan Rahman yang saat itu didampingi Ketua Dewan Petimbangan Hiswana Migas Sulteng, Muhammad A Badjammal bahwa Hiswana Migas hanya mengatur distribusi saja saat ini Pemilik SPBU sangat dilematis dengan maraknya Rekomendasi sehingga mengharapkan aturan bahwa rekomendasi hanya bisa dikeluarkan OPD yang berwewenang atau OPD Teknis. Untuk meningkatkan Kuota BBM di Sulawesi Tengah katanya, perlu perjuangan untuk mendukung ketersediaan Bahan Bakar Minyak mengingat Pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara yang Baru dan untuk tidak terjadi kelangkaan BBM di Sulawesi Tengah .
Setelah mendengar Penjelasan Gubernur Sulawesi Tengah, selanjutnya Hiswana Migas Sulteng akan menyampaikan surat permohonan penambahan Kuota BBM dan akan menyampaikan permohonan itu langsung kepada BPH Migas dan Dirjen Migas karena daerah Sulteng sangat membutuhkan penambahan kuota BBM dan LPG karena Sulteng sebagai penyangga Kebutuhan Ibu Kota Baru yang sementara dibangun.
Sementara Humas Hiswana Migas Sulteng, Fahad Abubakar mengatakan bahwa Pertamina SultengBar di pimpin oleh Sales Area Manager (SAM) Uki Atmanagar. Selanjutnya, SAM mempunyai tiga anggota, yang disebut Sales Branch Manager (SBM).
Untuk wilayah SBM 1 yakni Palu, Donggala, Tolitoli dan Buol dipimpin Mahdi Syafar. Sedangkan untuk wilayah SBM 2 yakni, Sigi, Parigi, Poso dan Morowali dipimpin Ardian Dominggo.
”Pak Ardian Dominggo juga jadi Pjs SBM 3 meliputi wilayah, Ampana, Luwuk, Bangkep dan Balut,” demikian kata Fahad. (*/awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.