Gubernur Kecewa, Serapan APBN 2017 hanya Rp5,8 T

- Periklanan -

Gubernur H Longki Djanggola dalam suatu kesempatan. (Foto: Harold/Humas Pemprov Sulteng)

PALU– Terkait dengan belanja alokasi APBN 2017 di Sulawesi Tengah, ternyata tidak sesuai harapan. Ini mengundang kekecewaan Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola Msi. Dengan rendahnya realisasi dari beberapa satuan kerja kementerian/lembaga di Sulteng dinilai Gubernur sangat merugikan masyarakat Sulawesi Tengah.

Hal itu ditegaskannya dalam sambutannya pada penyerahan DIPA TA 2018, di Mercure Hotel, Selasa (19/12). Untuk Sulawesi Tengah, ternyata dari Rp7,3 triliun (APBN murni ditambah APBNP) 2017, yang mampu terserap hanya Rp5,8 triliun (lihat tabel).

‘’Masih ada tersisa kurang lebih Rp1,5 triliun yang tidak bisa terserap dan tidak bisa termanfaatkan oleh masyarakat Sulawesi Tengah,’’ tegas Gubernur.

Olehnya untuk DIPA tahun anggaran 2018, Gubernur mengimbau para pengguna anggaran kementerian/lembaga vertikal yang ada di Sulawesi Tengah, dapat terlaksana sesuai peruntukan dan bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

- Periklanan -

‘’Karena sedikitpun (Serapan) sangat berpengaruh dengan fiskal di daerah Sulawesi Tengah, termasuk pertumbuhan Sulawesi Tengah. Saya minta perhatiannya semua,’’ tegasnya.

Diakui Gubernur ada tujuh kantor wilayah (Kanwil) di Sulteng serapannya hanya 60 persen. Sementara keberadaan kantor wilayah kementerian/lembaga di daerah ini dalam rangka menyejahterakan masyarakat di daerah ini.

‘’Kasihan daerah ini. Keberadaan bapak-ibu  di daerah ini dalam rangka membantu daerah kami, menyejahterakan masyarakatnya. Tapi kalau anggaran ini tidak diserap dan tidak digunakan, yang rugi masyarakat kami, daerah kami,’’ ungkap Gubernur.

Untuk itu Gubernur mengajak kepada semua pihak pengguna anggaran,  bersama-sama bertanggung jawab terhadap anggaran yang diberikan pemerintah. Gubernur juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada instansi yang serapannya mencapai hampir 90 persen, diantaranya Polda dan TNI.

‘’Marilah kita sama-sama memperbaiki kinerja kita, mulai dari proses awal perencanaan, evaluasi dan monitoring. Mari kita lakukan bersama-sama, agar kita mampu menyerap anggaran yang dipercayakan kepada kita oleh negara,’’ ajak Gubernur.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.