Gubernur Jadi Saksi Nikah Massal di PGM

- Periklanan -

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola (ketiga dari kiri) di Atrium PGM, Senin (1/5). (Foto: Umi Ramlah)

PALU – Kegiatan nikah massal yang digelar di Atrium Palu Grand Mall (PGM) berlangsung meriah. Terlebih lagi dengan hadirnya Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola MSi sebagai saksi nikah massal yang berlangsung, Senin (1/5).

Amatan Radar Sulteng, gelak tawa seluruh pengunjung PGM terdengar saat calon mempelai pria mengucapkan ijab kabul. Bahkan ada calon pengantin hingga 3 kali salah mengucapkan ijab kabul.

Proses ijab kabul dilakukan secara bersamaan. Panitia menyiapkan lima bilik sebagai tempat akad nikah. Peserta pertama sekaligus merupakan pasangan tertua, bernama Tahana dan Asliana. Bertindak sebagai saksi pernikahan mereka yakni Manager PGM Karman Karim dan Gubernur Sulteng. Diketahui pasangan tersebut telah tinggal serumah sejak 1975, dan telah menikah secara adat.

Saat memberikan sambutan, Gubernur Sulteng Longki Djanggola mengatakan, pernikahan secara hukum merupakan legalitas dan diatur langsung oleh undang-undang tentang pernikahan. Hukumnya wajib bagi yang beragama Islam. Selain menikah secara adat dan agama, juga harus tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

- Periklanan -

“Masih banyak pasangan yang telah menikah secara adat dan agama, namun belum tercatat di KUA. Mudah-mudahan apa yang diadakan oleh pihak PGM menjadi pelajaran buat semua warga negara. Mengingat saat ini aturan pernikahan tidak lagi seperti dulu yang hanya nikah secara agama dan adat. “Terima kasih buat Kementerian Agama atas bantuannya, sehingga acara ini dapat berjalan lancar,” apresiasi Longki.

Legalisasi pernikahan di Pemerintah Provinsi Sulteng juga telah dilaksanakan. Ke depannya kata Gubernur, semua perkawinan harus legal, harus memiliki buku nikah, dan tidak boleh lagi hanya secara adat dan agama. Buku nikah telah disiapkan juga oleh Kementerian Agama.

“Sukses buat PGM yang telah memberikan pembelajaran yang luar biasa bagi masyarakat. Sebagai contoh tadi, ada pasangan yang telah hidup sama-sama selama 42 tahun, tetapi belum memiliki buku nikah. Dan hari ini telah legal,” ungkapnya.

Selain program pemerintah, nikah massal juga merupakan program Kementerian Agama yang disambut baik oleh PGM, dengan program sosial yang sangat membantu masyarakat. “Saya berharap kepada seluruh masyarakat yang telah hidup berumah tangga, namun belum memiliki buku nikah, maka segera melegalkan pernikahannya,” dorong Gubernur.

Sebelumnya, Direktur Operasional PGM Roni mengatakan, peserta nikah massal berjumlah 25 pasang, dengan seluruhnya pasangan yang telah menikah dan hidup bersama hingga memiliki anak. Pasangan tertua dengan saksi pernikahan Gubernur, telah memiliki 7 anak. “Seluruh pesertanya adalah warga kurang mampu. Ke depannya kami akan melakukan kegiatan sosial lainnya bagi masyarakat, selain nikah massal,” ujarnya saat press conference Sabtu (29/4).

Kegiatan nikah massal sengaja dilaksanakan untuk memudahkan pengurusan akta lahir, dan memudahkan anak-anak masuk sekolah. Karena syarat masuk sekolah adalah memiliki akta lahir. “Kami berusaha membantu masyarakat. Karena buku nikah penting, sehingga kami laksanakan kegiatan nikah massal dengan peserta pasangan yang telah menikah,” kata Roni. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.