Gubernur Harap Penyelesaian Kelompok Sipil Bersenjata di Poso

- Periklanan -

PALU– Setelah serah terima jabatan, digelar pisah sambut Kapolda Sulawesi Tengah dari pejabat lama Brigjen Polisi I Ketut Argawa, kepada pejabat baru Brigjen Polisi Ermi Widyatno. Argawa mendapat tugas sebagai kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Mabes Polri di Jakarta, sedangkan Ermi Widyatno sebelumnya menjabat Wakapolda Riau.

Gubernur H Longki Djanggola bersama Ketua DPRD Sulteng H Aminuddin Ponulele, mantan Kapolda Sulteng yang pejabat baru Kapolda Sulteng dalam cara pisah sambut di Hotel Mercure Palu, Selasa malam (24/4). (Foto: Humas Pemvrop Sulteng/Ismail)

Pisah sambut dilaksanakan Selasa malam (24/4) di Hotel Mercure Palu dihadiri Gubernur H Longki Djanggola, ketua DPRD Sulteng H Aminuddin Ponulele, Ketua TP PKK Sulteng Hj Zalzulmida A. Djanggola, unsur Forkompimda Sulteng, serta para pejabat pemerintah.

- Periklanan -

Dalam sambutannya, selain menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada Brigjen Polisi Ermi Widyatno, Gubernur H Longki Djanggola menyampaikan sejumlah harapan kepada kapolda baru itu. Kata Gubernur, di Sulawesi Tengah ada satu tugas khusus untuk kepolisian, yakni masih adanya sisa-sisa kelompok sipil bersenjata di Poso yang perlu diselesaikan. ‘’Semoga kapolda baru Insya Allah dengan dukungan penuh pasukan ataupun anggota Polri serta seluruh masyarakat Sulteng bisa menyelesaikan bersama-sama apa yang menjadi pekerjaan rumah atau PR khusus untuk Polda Sulteng,’’ kata Gubernur.

Gubernur berpesan kepada semua yang hadir agar secara tulus dan ikhlas untuk berbuat yang terbaik demi bangsa dan negara. ‘’Sehingga insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik seperti apa yang kita harapkan.’’ katanya.

Sementara itu, mantan Kapolda Sulteng Brigjen Polisi I Ketut Argawa dalam sambutannya mengaku bangga dengan capaian pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Sulteng. Katanya, saat ini Sulteng sangat berbeda dengan masa lalu dimana dia pernah bertugas di daerah ini tahun 2010-2015.

Dia juga mengatakan dalam menjaga stabilitas keamanan tidak terlepas dari seluruh elemen yang ada, baik stakeholder, pemerintah daerah, para tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat . Tak lupa Argawa meminta maaf karena mungkin bulum memberi karya secara optimal untuk Sulawesi Tengah.(sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.