Gubernur Dukung Pembangunan PLTS di Sigi, Hemat Rp 15 Miliar

- Periklanan -

Ilustrasi PLTS (@jpnn.com)

SIGI- Gubernur H Longki Djanggola menyatakan dukungannya keinginan investor membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Sigi. Dukungan itu disampaikan saat menerima kunjungan kelompok investor di ruang kerjanya, kemarin (26/1).

Para kelompok investor ini sebelumnya menyambangi PT. Citra Palu Mineral (CPM) yang mendapat kontrak karya pertambangan emas di Poboya. Kedatangan mereka ke CPM untuk mendiskusikan kemungkinan pembangunan PLTS berdekatan dengan wilayah kontrak karya perusahaan.

Pertemuan dengan gubernur untuk meminta dukungan pemerintah provinsi atas rencana pembangunan PLTS di Sigi. “Prinsipnya bagi pemerintah daerah, program-program yang mendorong kemajuan daerah ini kami dukung sepenuh hati,’’ kata Longki.

Menurutnya, banyak lokasi yang bisa dipilih untuk pembangunan PLTS, seperti di Palu atau di Sigi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kesesuaian perusahaan serta aspek lainnya. ‘’Kami pasti mendukung program yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi yang saya tahu, di bawah panel surya itu dapat ditanamani pelbagai tanaman yang berdayaguna,” sebut Longki.

- Periklanan -

Kelompok investor ini pada tanggal 25 Januari 2017 menemui Bupati Sigi Irwan Lapata. Oleh Bupati didampingi Wakil Ketua DPRD Sigi, Jamaluddin L. Nusu, mereka dibawa ke lokasi lahan tidur, di samping Bendungan Gumbasa di Sidondo III. Lahan tidur itu merupakan pembangunan PLTS.

“Saya berharap pembangunan listrik tenaga surya di Sigi dapat terwujud. Bila ini jadi dibangun maka kami akan menghemat Rp15 miliar dari penerangan jalan. Saya sangat antusias dengan ini, karena penyediaan energi listrik bagi masyarakat adalah bagian dari visi dan misi kami. Apalagi ini adalah listrik yang dihasilkan dari energi terbarukan, sehingga lebih ramah lingkungan,” sebut Irwan.

Wakil Ketua DPRD Sigi, Jamaluddin L. Nusu, juga datang bersama dengan Kepala Desa dan perangkat desa setempat untuk memastikan bahwa lahan itu tidak bermasalah dari sisi keagrarian.

“Kalau semuanya sudah beres, lahan ini bisa kita lepas untuk pembangunan PLTS yang hasilnya tentu akan kembali ke masyarakat. Bayangkan bila kebutuhan masyarakat cuma 1 megawatt sementara listrik yang dihasilkan 5 megawatt, maka kelebihan daya itu bisa untuk mengembangkan industri pertanian atau peternakan lainnya,” sebut anggota DPRD Sigi dari Partai Gerindra itu.

Investor yang bergerak di bidang pengembangan energi listrik ini ini membutuhkan lahan paling kurang 20 hektare. Nilai investasinya tidak kurang dari Rp150 miliar. Untuk tiap hektare bentangan solar cell atau panel surya akan menghasilkan listrik sebesar 1 megawatt. Mereka menggandeng perusahaan terkemuka Siemens dari Jerman merencanakan membangun PLTS dengan daya 5 Megawatt.

Yang menarik, di bawah bentangan solar cell, masyarakat setempat bisa membudidayakan tanaman hortikultura semisal cabe, tomat atau sayur mayur.“Ini tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat kami. Olehnya kami berharap ini dapat segera direalisasi,” kata  Bupati Irwan.(sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.