Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gubernur Akan Kukuhkan PPIHH Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Saat ini para pelaku usaha di bidang kehutanan mendapat angin segar dari Gubernur Sulteng, H. Rusdi Mastura, untuk membentuk sebuah asosiasi para pengusaha di bidang perkayuan. Agar kedepan lebih mensejahterankan bagi para pelaku usaha perkayuan sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi tengah saat ini.

Salah satu tokoh pengusaha perkayuan di Sulawesi Tengah, Hasanudin Mangge, kepada Radar Sulteng menjelaskan, asosiasi ini dibentuk untuk percepatan pengukuhan organisasi kita Perkumpulan Pengusaha Industri Hasil Hutan (PPIHH) Sulteng, untuk mendukung percepatan program Gubernur Sulteng dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Sulteng.

“ Adalah sebuah sinergi dengan program PPIHH Sulteng, yang bertujuan mrenciptakan lapangan kerja dan meningkatan ekspor di bidang hasil hutan di sulteng, “ kata Hasanudin.

Upaya itu melalui industri hilir yang terpadu dengan potensi hasil hutan kita di Sulteng, yang saat ini terintegrasi dengan pelayanan izin satu atap dan terinput dilayanan SIPUHH di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

“ Kalau potensi ada, hutan kayu kita kurang lebih 600 ribu m3.log.2020-2021. Belum lagi hasil hutan non kayu seperti rotan, dll, yang saat ini pemanfaatannya masih diantar pulaukan, masih mentah. Artinya, nilai tambah Sulteng dirugikan karena tidak diatur melalui pertumbuhan industri, apalagi tenaga kerja, “ Ungkapnya.

“ Mohon maaf, saat ini idustri hilir kita di Palu Utara 10 tahun terakhir hampir semua tutup. Inilah yang menjadi dasar dengan kajian yang mendalam kami menghimpun para pengusaha dalam mewujudkan kembali aset-aset yang tertidur. Yah, kurang lebih 10 tahun terakhir ini, “ beber Hasanudin lagi.

Maka, tambah Hasanudin, terkait dengan wacana ini, diharapkan kita semua para pengusaha hasil hutan, akan lebih terjamin usahanya dan para investor kembali berinvestasi langsung di Sulteng.

“ Dengan demikian, peningkatan ekonomi akan segera pulih, kegiatan ekspor via Pantoloan bongkar muat barang akan meninglat signifikan. Secara otomatis pendapatan daerah dan negara bidang non migas, khususnya hasil hutan Sulteng kembali bergairah, dapat dirasakan masyarakat. Baik dari hulu sampai hilir, “ pungkas Hasanudin.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.