Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Golkar Tanpa Mahar Usung Paslon di Pilkada

Targetkan 60 Persen Kemenangan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Atas nama Ketua Umum DPDP Partai Golkar, Koordinator DPP Partai Golkar wilayah Sulawesi, H. Muhiddin Said, memberikan sambutan dan arahannya terhadap pemberian Surat Keputusan (SK) B1KWK atau rekomendasi partai politik kepada pasangan calon (Paslon) Bupati dan Walikota se Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan menyatakan bagi Partai Golkar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan salah satu yang dipandang strategis. Bagaimana paslon yang diusung Partai Golkar bisa memenangkan seluruh pertarungan Pilkada di masing-masing daerah.

“ Pelaksanaan Pilkada itu sangat penting dan strategis. Selanjutanya harapan kita semua adalah pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar harus memenangkan pertarungan di Pilkada ini, “ tutur H. Muhiddin mengutip amanah dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Sutarto, di kegiatan pemberian rekomendasi SK B1KWK dari DPP Partai Golkar, kepada bupati dan walikota se Sulteng di kantor DPD I Partai Golkar Sulteng, Jln. Prof. Moh. Yamin Kota Palu, Rabu (2/9).

Dijelaskan Muhiddin, Partai Golkar sudah melakukan bimbingan teknik (Bimtek) di seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara terus menerus, setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu di seluruh Indonesia, berdasarkan wilayah. Dalam Bimtek sudah ditekankan pada saat kita menyerahkan dan memberikan rekomendasi di setiap Pilkada diharapkan seluruh kader-kader itu harus ikut bersama-sama dengan paslon-paslon kita untuk memenangkan semua pertarungan.

“ Kami ingatkan supaya seluruh kader-kader Partai Golkar yang ada di Sulawesi Tengah ini harus memantau langsung semua pelaksanaan Pilkada. Bagi kader-kader yang tidak memberikan partisipasinya, apalagi tidak memberikan dukungannya pasti akan diberi sanksi. Bagi anggota DPRD yang tidak memberikan dukungan apalagi berlawanan dengan kebijakan-kebijakan partai yang sudah kita sampaikan menurut ketua umum harus mengambil tempat untuk antrian baru lagi, “ tegasnya.
Begitu banyak-kader-kader baru Golkar untuk memberikan perhatian, dan ikut secara aktif, secara terus menerus, mengikuti dan memperjuangkan kader-kader yang sudah mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar.

Disebutkannya, setiap keputusan itu dipastikan ada perbedaan-perbedaan pendapat. Ada yang puas dan ada yang tidak puas.

“Karena tidak mungkin kita dapat puaskan semua apa yang sudah kita putuskan. Tapi yakin dan percaya bahwa semua keputusan itulah yang terbaik untuk kepentingan kita semua . Kepentingan partai, kepentingan daerah, dan kepentingan masyarakat yang kita wakili untuk ikut memberikan sumbangsih dalam rangaka pelaksanaan pembangunan di daerahnya masing-masing, “ papar Muhiddin.

“Kami juga minta kader-kader, saya minta kepada DPD I Golkar secara terus menerus melakukan pemantauan untuk melihat secara langsung sejauh mana partisipasi kader-kader. Tentunya yang paling utama yang sudah duduk di legislatif supaya betul-betul memiliki loyalitas yang tinggi, “ tekannya.

“Partai kita bisa Berjaya, bisa memberikan sumbangsihnya kepada pembangunan apabila kader-kadernya bisa mendedikasikan dirinya memimpin daerah-daerah sehingga sesuai dengan cita-cita partai agar kita bisa memberikan kontribusi untuk mensejahterakan rakyat yang kita pimpin, “ tambahnya.

Muhidin menyebut sebelum penyerahan berbagai masukan, dirinya menerima berbagai sms maupun WA yang masuk terhadap keputusan partai bahwa itulah yang terbaik bagi partai. Seluruh prosedur sudah dilakukan, pendaftaran di kabupaten kota sampai di provinsi. Tetapi banyak juga yang datang tanpa prosedur yang benar dan mencari jalan pintas.

Namun demikian, Partai Golkarlah, kata Muhiddin satu-satunya partai yang mengusung Paslon tanpa mahar.

“Saya kira kalau ada uang memungut-mungut itu adalah pribadi semua. Jadi mohon diikhlaskan kalau pribadi. Tetapi di DPP Golkar itu tidak ada mahar, “ tegasnya.

Kewajiban para paslon kata Muhiddin, hanyalah menyelesaikan saksi. Kami hanya membebankan saksi kepada seluruh kader-kader atau yang dicalonkan oleh Partai Golkar. Ini sangat penting. Karena bagaimanapun juga saksi ini akan menentukan.

“ Makanya saksi ini akan ditatar. Uang yang diberikan itu sudah termasuk penataran kepada saksi yang nantinya akan dipilih sendiri oleh Paslon. Bukan DPP atau DPD I satu yang memilih. Tetapi para kader dan bapak ibu yang ditetapkan sebagai calon dari Golkar, “ ucapnya, seraya mengatakan semua dana yang diberikan akan kembali kepada paslon sendiri yaitu naiknya elektabilitas atau tingkat keterpilihan pribadi.

Karena itu para saksi ini dipilih orang-orang yang bisa dipercaya, yaitu memiliki integritas, kemampuan untuk mealkukan tugas mengawasi secara terus menerus baik di TPS yang satu maupun ke TPS yang lain.

“Karena di situlah kemenangannya. Kalau terjadi apa-apa saksi ini yang harus memahami semua aturan-aturan yang terjadi. Saksi akan ditatar atau mengikuti Bimtek oleh DPP, paling tidak 100 orang, dan selanjutnya 100 orang ini juga akan menatar lagi saksi-saksi lainnya hingga 1000 orang. Memberikan ilmu pengetahuan tentang menjadi saksi dengan baik, “ pungkasnya.

Muhiddin juga pada kesempatan itu mengingatkan bahwa target Partai Golkar kemenangan di Pilkada serentak kali ini adalah 60 persen. Sebab kemenangan ini bukan hanya untuk kejayaan Paslon semata, tetapi juga akan berpengaruh besar terhadap perolehan suara di Pemilu legislatif dan Pilpres akan datang, tahun 2024 nanti.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.