GKST Desak Pelaku Penembakan di Selandia Baru Dihukum Berat

- Periklanan -

PALU – Peristiwa penembakan di dua masjid di Selandia Baru, yaitu masjid All Noor di Chistcrhurch dan Masjid di pinggiran Linwood, Jumat lalu (15/3) yang menewaskan 50 orang mendapat perhatian dari Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST).
Menyikapi hal tersebut GKST mengeluarkan beberapa poin pernyataan sikap.
Ketua Majelis Sinode GKST, Pendeta Jetroson Rense, MTh dihubungi Radar Sulteng, kemarin (20/3) menegaskan Majelis Sinode GKST sangat mengecam dan mengutuk dengan keras penembakan brutal dan tidak berprikemanusiaan di kedua masjid di Selandia Baru. “Penembakan tersebut adalah suatu tragedi kemanusiaan yang bertengangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai agama-agama manapun dan bertengangan dengan prinsip universal untuk hidup dalam kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat yang majemuk,” ujarnya.
Atas peristiwa tersebut GKST juga menyatakan turut berduka cita yang sangat mendalam kepada semua keluarga korban. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan yang Mahakuasa.
“Melalui melalui World Council of Churches (WWC) GKST mendesak pemerintah Selandia Baru untuk mengadili para pelaku penembakan berdasarkan hukum yang berlaku dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya,” tandasnya.
Selanjutnya Pendeta Jetroson menyampaikan, GKST mengharapkan peristiwa tersebut di atas tidak mengganggu hubungan anta umat beragama, ras dan suku di Indonesia yang selama ini mengedepankan prinsip toleransi, sikap saling menghargai dan kedamaian dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
GKST meminta semua pihak dapat menahan diri tidak terprovokasi dengan berbagai isu terkait peristiwa yang dimaksud di atas. Meminta semua pihak untuk tidak dengan sengaja memviralkan foto atau video penembakan, jika ada yang menerima informasi dalam bentuk foto atau video. “Kami dari GKST melalui PGI, memohon pemerintah Indonesia untuk mengupayakan langkah-langkah bilateral yang diperlukan dengan pemerintah Selandia Baru melalui jalur yang ada demi terciptanya stabilitas dan ketertiban dunia. GKST memohon pemerintah Indonesia untuk terus menjaga stabilitas bangsa dan masyarakat dalam mengambil tindakan-tindakan preventif demi terciptanya kondisi bangsa Indonesia yang kondusif dan damai,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.