Giliran Status Rizal Affandi Diaktifkan  di Untad

- Periklanan -

Rizal Affandi, mahasiswa Fakultas Teknik Untad saat menandatangani pernyataan maaf atas kekeliruannya, di ruang Dekan Fakultas Teknik, Jumat (13/10). (Foto: Ist)

PALU – Satu persatu status mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) yang diskorsing sudah diaktifkan kembali. Jumat (13/10) giliran Rizal Affandi, mahasiswa Fakultas Teknik Untad yang statusnya kemahasiswaannya dinonaktifkan berdasarkan SK Rektor Nomor 5406/UN28/KM/2017, telah diaktifkan kembali statusnya melalui SK Rektor Nomor 6399/UN28/KM/2017 tertanggal 13 Oktober 2017.

Pengaktifan status Rizal Affandi itu setelah yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf kepada Dekan Fakultas Teknik, Dr Amar ST. MT, sekaligus menandatangani Surat Pernyataan di hadapan Dekan pada Jumat (13/10) pagi di ruang Dekan Fakultas Teknik.

Kepada wartawan, Dekan Fakultas Teknik, Dr Amar menyampaikan bahwa Rizal Affandi, sejak dinyatakan nonaktif beberapa waktu lalu, yang bersangkutan secara intens menemui dirinya untuk berdiskusi sekaligus bermohon agar dapat difasilitasi sehingga statusnya dapat diaktifkan kembali.

- Periklanan -

“Beberapa kali proses diskusi dilakukan sampai kemudian yang bersangkutan menyampaikan secara langsung dan tertulis permohonan maaf serta pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang bertentangan dengan aturan yang berlaku. Apalagi anak kami ini merupakan penerima bidikmisi sehingga menjadi keharusan baginya untuk menunjukkan sikap positif dan keteladanan,” jelas Dr Amar.

Atas niat baik dari Rizal Affandi itu, Dr Amar langsung mengusulkan kepada pihak Rektorat Untad agar status yang bersangkutan dapat diaktifkan kembali. Tidak menunggu lama, karena telah menerima usulan dari Dekan Fakultas Teknik, pihak Rektorat langsung menerbitkan SK Pengaktifan Nomor 6399/UN28/KM/2017 tertanggal 13 Oktober 2017.

Menanggapi hal itu, Rektor Untad, Prof Dr Ir H Muh Basir Cyio SE MS, saat dihubungi wartawan menyampaikan bahwa usulan dari Dekan Fakultas Teknik terkait permohonan agar status Rizal Affandi dapat diaktifkan langsung ditindaklanjuti. Hal itu karena Rizal Affandi, dalam pernyataannya telah menyadari kekeliruan yang dilakukannya.

“Manusia ini tidak ada yang luput dari kekeliruan. Jika sudah menyadari dan menyampaikan permohonan maaf, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengabulkan. Apalagi itu berdasarkan usulan Dekan. Ananda kami dinonaktifkan berdasarkan usulan Dekan, maka jika Dekan mengusulkan untuk diaktifkan berarti di fakultas sudah ada proses pembinaan sehingga kami langsung tindaklanjuti. Kepada mahasiswa lain, Rektor menghimbau untuk fokus belajar, karena orang tua di kampung sangat mengharapkan keberhasilan anak-anaknya,” pesan Prof Basir Cyio. (*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.