Gereja Imanuel Palu Disatroni Maling

- Periklanan -

Ilustrasi (@berita24.com)

PALU – Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Imanuel Palu, yang  beralamat di Jalan Mesjid Raya, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, disatroni maling, Senin (3/4) kemarin.  Organ,  salah satu alat musik eletronik yang ada di gereja itu dan biasanya digunakan saat pelaksanaan  ibadah, akhirnyapun raib.

Aksi  pencurian di gereja ini baru diketahui pagi harinya, sekitar pukul 06.30 wita. Itupun setelah  Toni Palembang , sekretaris jemaat imanuel menemukan salah satu komponen dari organ,  berupa alat pemutar volume untuk memperbesar atau memperkecil suara organ, diluar sisi kiri dari gedung gereja.

“Kita baru tau gereja  dimasuki pencuri sekitar jam setengah tuju pagi. Ketika Pak Toni Sekretari Jemaat di Gereja ini menemukan alat pemutar volume suara organ,” kata Ridwan memberikan keterangannya.

- Periklanan -

Dia mengaku, saat itu sedang melakukan pekerjaan sehari harinya membersihkan kantor yang ada di bagian belakang dari gedung utama gereja. Toni Palembang kemudian datang mempelihatkan apa yang ditemukannya. Atas temuan itu, Ridwan pun bergegas mengeceknya.

“Ternyata jendela dan pintu gereja yang semalam tertutup dan terkunci sudah kita dapati terbuka. Bahkan pintu dibagian tengah dalam gereja yang semalam tertutup juga telah terbuka,”  katanya.

Bukan hanya itu, alat pemutar suara yang ditemukan Toni Palembang, benar bagian dari organ yang ada digereja itu. Organ itupun sudah tidak terlihat ditempatnya. Dari situlah kemudian dugaan adanya aksi pencurian tersebut dilaporkan kepetugas kepolisian terdekat.

“Kita juga menemukan kaki kaki meja yang terbuat dari besi, bersandar di dinding pagar. Kami mendunga pelaku beraksi awalnya masuk lewat jendela, kemudian keluar lewat pintu samping, dan memanjat pagar,”  jelas Ridwan.

Atas kejadian itu, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, dengan mengumpulkan keterangan saksi, serta bukti bukti lainnya dari dalam gereja seperti sidik jari dari pelaku.  “Dengan bukti sampel ini kita akan selidiki pelakunya,” kata salah satu petugas di TKP. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.