Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gerakan Nasional Non Tunai Digaungkan di Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penandatanganan MoU antara Bank Sulteng dengan Pemprov Sulteng, pemerintah kabupaten dan kota se Sulteng tentang pelaksanaan program Transaksi Non Tunai, kemarin (21/12). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU– Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Provinsi Sulteng mulai digaungkan. Kemarin (21/12)dilakukan Sosialisasi GNNT di Hotel Santika yang dibuka Gubernur H Longki Djanggola.

Dalam acara itu dilakukan penandatanganan MoU antara Bank Sulteng bersama Pemerintah Provinsi Sulteng, pemerintah kabupaten dan kota se Sulteng tentang Pelaksanaan Program Transaksi Non Tunai.

Gubernur H Longki Djanggola mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan melaksanakan program ini dengan baik, karena  dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi serta memudahkan penatakelolaan keuangan daerah.

Gubernur menyampaikan bahwa sesuai dengan amanat Menteri Dalam Negeri bahwa pelaksanaan transaksi non tunai dilaksanakan secara bertahap kepada daerah yang belum memadai sarana dan prasarananya. Daerah yang sarananya belum memadai dapat melaksanakan program ini sampai dengan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaannya dapat terpenuhi.

Direktur Utama Bank Sulteng Rahmat Abd Haris mengtakan, Sosialisasi GNNT dan penandatangan MuU untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pencegahan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Penerapan Transaksi Non Tunai yang mulai efektfp berlaku mulai 1 Januari 2018.

Menurutnya, langkah-langkah penerapan program transaksi non tunai sudah dikoordinasikan dengan pihak BPKP dan semua pihak yang memiliki kepentingan dalam pelaksanaan program non tunai.

Dia mengatakan, selama ini sudah terdapat beberapa program Bank Sulteng dan pemerintah provinsi melaksanakan kegiatan transaksi non tunai. Seperti pembayaran pajak kendaraan bermotor, program E- Sidaat, dan pada tahun 2018 akan dilaksanakan untuk seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah baik itu seluruh pengeluaran dan pemasukan daerah.

‘’Hal ini semua guna mendukung pencegahan tindak pidana korupsi dan juga memudahkan sistem akutansi keuangan pemerintah,’’ katanya.

Kepala OJK Sulawesi Tengah  Andi Sukri mengapresiasi terhadap Bank Sulteng, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Gubernur H Longki Djanggola yang telah berkomitmen untuk melaksanakan program transaksi non tunai. OJK mengharapkan program ini dapat berjalan dengan baik, karena program ini dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi juga dapat memudahkan pengawasan pelaksanaan transaksi perbankan dan juga memudahkan penatakelolaan keuangan.(sya/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.