Genjot Pendataan Atlet, PBSI Sulteng Gelar Bimtek Implementasi Sistem Informasi

- Periklanan -

PALU – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah terus menggenjot terdaftarnya para atlet-atlet bulutangkis di Sulawesi Tengah melalui Sitem Informasi (SI) PBSI. Hal ini dirasa penting, untuk pengembangan karier atlet dan juga kemajuan olahraga khususnya bulutangkis di Sulawesi Tengah.

Mengingat pentingnya input data atlet dalam SI PBSI, maka Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sulteng, menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) Implementasi SI PBSI Sulteng Tahun 2020. Kegiatan Bimtek yang berlangsung di Tinombala Room, Swissbell Hotel Palu, Selasa (8/6/2021), dibuka Sekretaris Umum (Sekum) PBSI Sulteng, Ir Muhlis Lamboka mewakili Ketua Umum PBSI Sulteng, H Kamil Badrun AR SE MSi, yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Muhlis menyampaikan, sesuai penekanan Ketua Umum PBSI, diharapkan para peserta Bimtek yang merupakan perwakilan Pengkab/Pengkot PBSI se Sulteng, benar-benar mengikuti kegiatan ini dengan serius. Sebab, pendataan atlet melalui SI PBSI, merupakan hal wajib yang harus dilakukan Pengkab/Pengkot maupun Pengprov PBSI se Indonesia.

“Ketum bapak H Kamil Badrun berharap, setelah kegiatan ini, pendataan atlet dapat ditingkatkan, karena tiga bulan kedepan sesuai AD/ART PBSI, pendataan atlet diperketat lagi, dan bila tidak terdaftar maka atlet-atlet kita tidak bisa mengikuti berbagai kejuaraan,” kata Muhlis.

Adapun aturan tersebut, dijelaskan Sekum PBSI Sulteng, apabila klub atletnya yang terdaftar kurang dari tujuh orang, makan klub akan dinonaktifkan di Sistem Informasi PBSI dan selanjutnya apabila Pengkab/Pengkot PBSI jumlah klub yang terdaftar kurang dari 3 klub maka Pengkab/Pengkot juga akan dinonaktifkan.

- Periklanan -

“Termasuk Pengprov PBSI, jika kurang dari 3 Pengkab/Pengkot yang terdata, maka Pengprov juga dinonaktifkan. Hal ini nantinya berdampak kepada atlet yang terdaftar di klub maupun Pengkab/Pengkot dan Pengprov, tidak bisa ikut dalam semua kejuaraan,” terang Muhlis.

Untuk itu, waktu tiga bula sebelum diberlakukannya aturan tersebut, Muhlis berharap seluruh Pengkab/Pengkot dapat benar-benar meningkatkan pendataan atlet melalui SI PBSI. Lewat Bimtek ini pula, kendala-kendala yang kerap ditemukan saat penginputan data atlet, juga diharapkan disampaikan dan dibahas bersama.

Lebih lanjut disampaikan Sekum PBSI Sulteng, kegiatan ini semestinya digelar Tahun 2020 lalu, namun karena masih tingginya angka Covid-19 tahun lalu, maka kegiatan baru bisa terlaksana di 2021 ini. Kegiatan ini juga menjadi salah satu Program Kerja PBSI Sulteng Tahun 2020.

“Kami berharap dengan semangat kebersamaan, kita bisa menyukseskan pendataan atlet melalui SI PBSI,” sebut Muhlis.

Semangat kebersamaan ini menurut dia, juga akan menjadi tema dalam Musyawarah Kerja Provinsi (Muskerprov) PBSI Sulteng, yang bakal digelar Rabu (9/6/2021). Muskerprov sendiri direncanakan bakal dibuka Ketua Umum PBSI Sulteng juga di tempat yang sama digelarnya Bimtek SI PBSI Sulteng. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.