Gempa Bumi Mamuju Memicu Gelombang Tsunami ?

Kilas Balik Gempa dan Tsunami Teluk Palu

- Periklanan -

PADA hari-hari belakangan ini di tengah bencana pandemi Covid-19 kita dikagetkan dengan gempa bumi yang melanda Kota Mamuju dengan magnitude 6,2 skala Richter, yang getarannya dirasakan sampai Kota Palu. Hal ini wajar tejadi karena kita baru saja mengalami hal yang serupa dua tahun yang lalu dimana Kota Palu dan sekitarnya dilanda gempa bumi yang diikuti gelombang tsunami dan likuifaksi yang meluluhlantakkan beberapa lokasi di Kota Palu dansekitarnya.

Pertanyaan besar kemudian muncul apakah gempa bumi yang diikuti tsunami juga berpotensi terjadi di Pesisir Mamuju dan sekitarnya, kerena setiap terjadi gempa bumi pasti banyak isu yang beredar, yang menambah kekhawatiran masyarakat terdampak bencana.

Jika kita telusuri riwayat kejadian gelombang tsunami maka ditemukan bahwa kejadian tsunami pernah terjadi yang melanda Sulawesi Barat pada tahun 1969 di Pellatoang dan Pasarangan setinggi 4 meter dan 1,5 meter di Paili.

Jika kita tinjau geometri lokasi kejadian tsunami maka kita akan menemukan bahwa tsunami ditemukan berada di dalam teluk. Hal ini memberikan informasi bahwa kejadian tsunami berpotensi terjadi pada daerah yang mengalami penurunan kedalaman dan penyempitan geometri.

Potensi paling besar terjadi dalam teluk dimana gelombang tsunami yang merambat dari perairan laut lepas mengalami peningkatan amplitude dengan menurunnya kedalaman dan akumulasi energy oleh penyempitan geometri.
Jika kita mereview kembali kejadian tsunami di Teluk Palu, yang berdasarkan hasil temuan terbaru yang dianalisis berdasarkan jeda kejadian gempa bumi 4,7 SR dan waktu kejadian tsunami maka diduga pusat pembangkit tsunami berada dalam teluk yang dipicu oleh runtuhan sedimen akibat gempa utama yang bermagnitudo 7,4 SR, yang kemudian merambat ke pantai dan mengalami peningkatan amplitude gelombang tsunami karena adanya pendangkalan perairan dan energinya terakumulasi karena penyempitan Teluk Palu. Sehingga menghasilkan gelombang tsunami yang mencapai ketinggian 10 meter.

- Periklanan -

Jika menelaah hal tesebut maka apakah tsunami pada daerah pesisir barat Sulawesi Barat dapat sekuat di Teluk Palu. Membandingkan pembakitnya maka pemicu gelombang tsunami di Teluk Palu juga dapat terjadi pada perairan pesisir barat Sulawesi Barat dimana dapat terjadi runtuhan oleh gempa bumi dimana terdapat celah Limapatola pada perairan Selat Makassar di barat Sulawesi Barat yang sempit dan dalam sehingga bias saja mengalami runtuhan jika diguncang gempa bumi.

Yang menjadi pertanyaan besar apakah tinggi gelombang tsunami di pesisir barat Sulawesi Barat sekuat di Teluk Palu. Dari tinjauan geometri maka terlihat bahwa pada pesisir barat Sulawesi barat tidak terdapat teluk yang menyempit yang dapat menjadi akumulator energy gelombang tsunami, sehingga energy gelombang tsunami dapat terdistribusi ke sepanjang pantai sehingga dapat mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Batimetri lautan mengalami pendangkalan secara tiba-tiba dari laut lepas yang sangat dalam pada Celah Limapatola kemudian menjalar mendekati pantai dengan batimetri relative dalam sebelum mencapai pantai sehingga ketinggian gelombang tsunami oleh penurunan batimetri tidak seefektif yang terjadi di Teluk Palu.

Dengan demikian masyarakat tidak perlu melakukan pengungsian yang terlalu jauh dari pantai, oleh karena kekhawatiran terhadap kejadian tsunami.

*) Penulis adalah Dosen Osenografi pada Jurusan Fisika Universitas Tadulako (Untad) Palu.

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.