Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gempa 5,8 SR Guncang Touna dan Sekitarnya, Satu Warga Meninggal

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

TOUNA-Wilayah Kabupaten Tojo Unauna (Touna) baru saja diguncang gempa, Kamis (26/8). Kekuatan magnitudo 5,8 Skala Richter (SR) membuat warga berhamburan keluar rumah dan kantor serta tempat aktifitasnya untuk menyelamatkan diri bersama keluarganya.

Pemerintah Kabupaten Touna, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Touna, bergerak cepat dan menyelamatkan warganya. BPBD lalu membuat tenda darurat dan telah membuka dapur umum untuk menampung warga yang mengungsi.

Kepada Radar Sulteng, Kepala BPBD Kabupaten Touna, Iksan Badwi, S.Ag., M.A.P, menjelaskan pihak Pemerintah Kabupten (Pemkab) Touna telah melakukan upaya-upaya cepat kedaruratan (tanggap darurat) dengan membuat Posko sementara untuk menampung para warga pengungsi di halaman rumah jabatan (Rujab) Bupati Touna, Mohammad Lahay, yang berada di Kelurahan Uemalingku Kecamatan Ratolindo Kabupaten Touna.

“ Kami dari BPBD Tojo Unauna sudah menampung semua warga pengungsi dari masyarakat sekitar. Tepatnya di Kelurahan Uemalingku di halaman rumah jabatan Bupati, “ kata Iksan Badwi.

Selain itu pemerintah juga telah menyiapkan dapur umum jika pengungsi datang untuk berlindung di Posko pengungsian ini. Para pengungsi sudah mulai berdatangan ke lokasi Posko yang telah kami buatkan tenda darurat di sana.

“ Kami juga dari BNPB sudah mengantisipasi untuk memberikan tempat perlindungan kepada warga kita dari dampak gempa. Kami juga telah membuka dan menyiapkan dapur umum, dimana warga sudah mulai berdatangan ke tempat pengungsian ini, “ jelas Iksan Badwi.

Iksan Badwi juga menjelaskan, pihak BPBD Touna telah mendata kerusakan rumah warga, kerusakan fasilitas umum, dan korban meninggal.

“ Dari data yang ada pada kami, mengenai kerusakan rumah, yang terdiri dari tiga kategori, yakni rumah rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Rusak ringan ada 16 rumah, rusak sedang satu unit rumah, dan rusak berat ada dua unit rumah, “ sebutnya.

Kemudian ditambah fasilitas umum yang rusak adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ampana. Tembok dan lantai rumah sakit mengalami kerusakan, dimana tembok rumah sakit ada yang roboh.

“ Selanjutnya satu korban jiwa, yakni satu orang anak berumur 6 tahun, warga Kelurahan Bailo Kecamatan Ampana Kota, “ ungkap Iksan Badwi.

Iksan juga menjelaskan, Bupati Touna Mohammad Lahay telah menginstruksikan kepada kita semua di jajaran pemerintahan daerah agar memfasilitasi para pengungsi dengan baik. Upaya ini sudah dilaksanakan.

“ Bapak Bupati terus memantau keadaan pasca gempa. Beliau saat ini lagi jalan, terus memantau, dan melihat dari dekat kondisi yang terjadi di lapangan. Kami pun tetap standby di lokasi pengungsian di rumah jabatan Bupati di Kecamatan Ratolindo Kabupaten Touna, “ paparnya.

Sementara itu, salah seorang warga Ampana, Marni Mangun, SH, juga menceritakan bagaimana terjadinya peristiwa gempa Touna yang berusan terjadi, pada Kamis (26/8), bahwa gempa seharian ini terjadi susul menyusul walau intensitasnya kecil dibanding gempa yang terjadi pada pukul 09.14 Wita.

Saat itu Marni, sedang berada di kantornya, tiba-tiba gempa mengguncang. Semua barang yang ada jatuh berhamburan. “ Kita pe meja rupa ada raksasa yang goyang. Kuat leya guncangannya. Lamanya kurang lebih 10 atau 15 menit. Sudah panik saat itu, “ ungkap Marni kepada Radar Sulteng.

Ditambahkannya, dibandingkan gempa pada 26 Juli lalu, yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari ibukota Touna di Ampana, kalau sekarang 40 kilometer titik gempanya, makanya keras. “ Gempa hari Kamis ini lebih keras dan berlangsung cukup lama. Keras memang dia pe goncangan, soalnya kan dia pe titik gempa dekat sekali, dibandingkan dengan yang terjadi pada 26 Juli lalu, “ sebut Marni.

Marni juga mengabarkan bahwa saat ini beberapa rumah warga dan fasilitas rumah ibadah mengalami kerusakan. Dirinya juga setelah dari kantor lalu pulang kerumahnya dan mencari keluarganya.

“ Alhamdulillah anak-anak saya, keluarga saya selamat. Termasuk kenalan baik saya juga semuanya selamat, “ pungkas Marni.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.