alexametrics Geliat Bisnis Hotel Bintang di Sulawesi Tengah – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Geliat Bisnis Hotel Bintang di Sulawesi Tengah

Oleh : Amriany Amir *)

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PEMBANGUNAN di sektor pariwisata sangat didukung oleh industri perhotelan, karena salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi suatu wilayah adalah tersedianya jasa akomodasi yang memadai dan menarik bagi wisatawan itu sendiri. Sulawesi Tengah merupakan salah satu wilayah yang memiliki destinasi wisata yang menarik dan hampir tersebar disemua wilayahnya.

Peluang tersebut menjadi salah satu faktor pendorong tumbuhnya industri perhotelan di Sulawesi tengah, yang mana berdasarkan data statistik perhotelan di Sulawesi Tengah Tahun 2020 terdapat sekitar 668 perusahaan jasa akomodasi. Dengan menjamurnya jumlah hotel, maka standarisasi pelayan hotel menjadi salah satu pertimbangan wisatawan dalam menentukan pilihan tempat menginap.

Mengawali tahun 2022, BPS kembali merilis berbagai indikator stategis diantaranya data tingkat penggunaan sarana akomodasi. Sebagaimana angka yang dipaparkan oleh Koordinator Statistik Distribusi ketika merilis indikator strategis Perkembangan Tingkat Penggunaan Sarana Akomodasi selama tiga bulan terakhir diketahui bahwa prospek hotel bintang di Sulawesi Tengah cukup signifikan mengalami peningkatan sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia khususnya di Sulawesi Tengah.

Adanya kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat PPKM secara tidak langsung sangat berdampak terhadap aktivitas publik dalam penggunaan sarana akomodasi yang menyebabkan turunnya jumlah pengunjung maupun pengguna kamar hotel dan jasa akomodasi lainnya.

Menilik ke belakang dari angka yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), data jumlah tamu yang menginap di hotel bintang sejak September 2021 hingga November terjadi peningkatan berturut-turut sebesar 114,74 persen, 39,54 persen, 7,86 persen, dari sebanyak 12 hotel bintang yang tersebar di Sulawesi Tengah yaitu di Kabupaten Poso, Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Berdasarkan angka terakhir yang dirilis BPS (data November 2021) jumlah tamu yang menginap di hotel bintang dari data asal tamu yang menginap diketahui bahwa untuk tamu asing masih mengalami penurunan sebesar 14,29 persen jika dibandingkan dengan data bulan sebelumnya. Sementara untuk tamu domestik meningkat dari 14.663 orang menjadi 15.831 orang atau naik 7,88 persen. Rendahnya tingkat pengguna tamu asing antara lain akibat masih kurangnya wisatawan luar negeri yang masuk berkunjung ke Sulawesi Tengah.

Namun demikian, peningkatan penggunaan sarana akomodasi berdasarkan jumlah tamu yang menginap dan tingkat penghunian kamar merupakan hal yang cukup menjanjikan untuk kembali menggeliatkan sector perhotelan di Sulawesi Tengah khususnya hotel bintang. Jika dilihat data pertumbuhan ekonomi triwulan III Sulawesi Tengah berdasarkan sumber pertumbuhan PDRB Sulawesi Tengah untuk lapangan usaha penyedia jasa akomodasi dan makan minum di Sulawesi Tengah secara kumulatif year on year 2021 terhadap 2020 sebesar 0,02 persen, yang artinya PDRB Sulawesi Tengah sebesar 0,02 persen bersumber dari lapangan usaha dari penyedia jasa akomodasi dan makan minum, hal ini dapat menjadi peluang untuk meningkatnya sector perhotelan di Sulawesi Tengah seiring dengan pelonggaran PPKM di Sulawesi Tengah yang tentunya tetap mejalankan protokol kesehatan secara ketat baik bagi pengguna kamar hotel maupun penyewa ruang pertemuan di hotel.

Sementara itu bagi industri perhotelan, occupancy rate dapat menjadi salah satu indicator kinerja sektor perhotelan yang menggambarkan tingkat hunian kamar dari sebuah hotel, yaitu berapa persen jumlah kamar yang terjual atau terisi pada periode tertentu.

Dari data tingkat penghunian kamar selama tiga bulan terakhir secara umum untuk hotel bintang di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan yaitu 10,23 persen poin pada bulan September yang mencapai 42,01 persen, pada bulan Oktober meningkat menjadi 53,71 persen atau naik sebesar 11,70 persen poin, selanjutnya data terakhir di bulan November kembali meningkat sebesar 4,94 persen poin menjadi 58,65 persen.

Dengan semakin pulihnya sektor perhotelan di Sulawesi Tengah, diharapkan mampu memberi efek domino terutama kepada penyerapan tenaga kerja dengan mengaktifkan kembali karyawan hotel yang sempat dirumahkan selama masa pandemi Covid-19. Selain itu semakin beragamnya layanan industri perhotelan yang ditawarkan kepada wisatawan mampu member manfaat ekonomi terhadap sektor-sektor lain yang terkait dengan sektor pariwisata.

Berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung peningkatan aktifitas perhotelan di Sulawesi Tengah dengan terus meningkatkan promosi baik dari harga kamar, peningkatan fasilitas dan layanan serta adanya jaminan keamanan dalam hal penerapan protokol kesehatan yang ketat.

*) Penulis adalah ASN di BPS Provinsi Sulawesi Tengah.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.