Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gelar TTG Wujudkan Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, menyampaikan sambutannya pada Pembukaan Gelar TTG Nasional XIX, di Kayu Bura, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (27/9). (Foto: Iwan Rusman)

PARIMO – Kementerian  Desa,  Pembangunan  Daerah  Tertinggal,  dan  Transmigrasi  (Kemendes PDTT) meresmikan  Gelar  Teknologi  Tepat  Guna  (TTG)  Nasional XIX  di  Kabupaten  Parigi  Moutong (Parimo),  Rabu (27/09). Perhelatan besar tersebut menjadi instrumen bagi inovator untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa melalui berbagai temuan yang berbasis kearifan lokal.

“TTG  merupakan  salah  satu  cara  atau pendekatan  yang  ampuh  dalam  upaya  mendorong  percepatan mewujudkan kemandirian masyarakat desa. Kita berharap sentuhan TTG mampu meningkatkan kualitas  dan  kuantitas  hasil  produksi  di  pedesaan,” ujar  Menteri  Desa,  Pembangunan  Daerah  Tertinggal,  dan  Transmigrasi  (Mendes  PDTT),  Eko  Putro  Sandjojo,  dalam  sambutannya  pada  Pembukaan  Gelar  TTG  Nasional XIX, di Kayu Bura, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Menteri  Eko  menambahkan, TTG  tidaklah selalu harus  alat  atau mesin, melainkan juga dapat berupa teknologi  proses atau  produk  yang  dapat  menghasilkan  nilai  tambah  dari  aspek  ekonomi  dan  aspek lingkungan. Dirinya  juga  mengatakan  bahwa  Dana  Desa  dapat  digunakan  untuk  membiayai  kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi.

“Desa dapat melakukan pelatihan  kewirausahaan  yang  mendukung  pengolahan  produk  pascapanen sesuai  kebutuhan masyarakat.  Dengan  semakin  meningkatnya  kualitas  dan  kuantitas,  maka  produk tersebut  dapat  menjadi  produk  unggulan  kawasan  perdesaan (Prukades) dan  memberi  nilai  tambah,” lanjutnya.

Para  kepala  desa  diharapkan  dapat  memanfaatkan  kegiatan  TTG  tersebut  untuk  membantu menyosialisasikan atau memfasilitasi masyarakat akan pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam

pengelolaan  potensi  sumberdaya  alam  yang  cukup  melimpah  di  desa. Begitu  juga  dengan Pemerintah Daerah  khususnya  kabupaten/  kota.  Dukungan tersebut  dapat  dilakukan  dengan  mengoptimalkan keberadaan  kelembagaan masyarakat  yang  telah terbentuk  di  daerah,  yaitu  Pos  Pelayanan  Teknologi Tepat Guna (Posyantek). Fungsi Posyantek itu sendiri tidak hanya sebagai sumber informasi dan promosi yang  terkait  dengan  teknologi  tepat  guna,  melainkan  juga diarahkan  untuk  mampu  menjembatani masyarakat pengguna teknologi dengan sumber TTG (inventor/ inovator TTG).

Di  samping  itu,  Gelar  TTG  juga  membuka  peluang  bagi  para  pengusaha untuk  berinvestasi  dalam mengembangkan  TTG  di  daerah. Dukungan  kalangan  dunia  usaha sangat dibutuhkan dalam memproduksi  alat TTG dengan tingkat harga yang terjangkau masyarakat.

Dunia pendidikan juga dapat berperan dalam menciptakan teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal. (ron/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.