Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gelapkan Uang Perusahaan, Marketing Hotel Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Terdakwa AOS alias Via, hanya bisa tertunduk saat mendengarkan tuntutan JPU. Dia dituntut 2 tahun dan 6 Bulan Penjara, karena menggelapkan uang perusahaan. (Foto: Humas PN Palu)

PALU – Karena terbukti bersalah menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja terdakwa AOS alias Via dituntut pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, (26/9).

Pegawai PT Cahya Permata Sejati (Hotel Amazing Beach Resor Palu) yang diamanatkan sebagai sales dan marketing itu, terbukti melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Sidang pembacaan tuntutan terdakwa dipimpin hakim ketua Elvin Adrian SH MH. Sementara JPU yang membacakan tuntutan Desyanti SH.

Sebagaimana amatan Radar Sulteng ketika tuntutan dibacakan, terdakwa wanita yang sehari-hari disapa Via ini, hanya bisa tertunduk lesu, meratapi nasib dan menyesali perbuatannya. Usai tuntutannya dibacakan terdakwa hanya bisa meminta pertimbangan keringanan hukuman dari Majelis Hakim.

“Saya hanya meminta keringanan yang mulia. Di dalam keluarga saya merupakan tulang punggung keluarga,” ujar terdakwa Via di hadapan Majelis Hakim.

Jaksa Desyanty SH dalam tuntutannya, menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHP, sebagaimana dalam surat dakwaan kesatu penuntut umum.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa AOS alias Via,  berupa pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata Desyanti membacakan tuntutannya.

Pertimbangan atas tuntutan itu sudah berdasarkan pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan pertimbangan memberatkan perbuatan terdakwa telah merugikan PT Amazing Beach Hotel secara materil sebesar Rp65,9 juta. “Yang meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan terdakwa berterus terang dan mengakui perbuatannya, terdakwa menyesali perbuatannya terdakwa belum pernah dihukum,” sebut jaksa Desyanti lagi.

Terhadap pembelaan terdakwa yang disampaikan secara lisan itu, JPU tetap menyatakan sikap pada nota tuntutannya. Sidang terdakwa Via akan dilanjutkan pekan mendatang dengan agenda pembacaan putusan dari Majelis Hakim.

Sebagaimana data yang dihimpun , terdakwa Via melakukan penggelapan dalam jabatan, di perusahaan tempatnya bekerja terjadi pada Maret dan April 2017 lalu. Perbuatan itu dilakukan dengan cara terdakwa selaku sales marketing, mengubah lembar confirmation letter dan lembar invoice (tagihan) yang akan diberikan kepada PT Agricon yang seharusnya tercantum nomor rekening perusahaan yakni PT Cahya Permata Sejati (Hotel Amazing Beach Resor Palu).

Namun oleh terdakwa selaku marketing dan sales yang melayani pelanggan mengganti dengan nomor rekening pribadi atas nama terdakwa sendiri. Sehingga kemudian terdakwa menerima transfer uang muka (DP/Dort Payment) dari PT Agricon pada 16 Maret 2017 Rp30 juta, dan uang pelunasan sebesar Rp65,9 juta pada 07 April 2017, total uang diterima terdakwa sebesar Rp95,9 juta. Total itu tidak diserahkan ke perusahaan sebaliknya digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadi.

Nanti perbuatannya ketahuan baru terdakwa mengembalikan sebesar Rp30 juta. Sisanya Rp65,9 juta, itulah yang menjadi kerugian bagi perusahaan.(cdy)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.