Gedung Olahraga SMANOR Palu Usai Dibangun Hingga Rusak Tidak Pernah Digunakan

- Periklanan -

PALU-Sekolah Menengah Atas Olahraga (SMANOR) Tadulako Palu, atau program pusat Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) kini mulai dikiritisi, sebab salah satu bangunan olahraganya yang dibangun dengan sangat mahal, mulai dari pembangunannya selesai hingga hari ini bangunannya sudah rusak pasca bencana alam gempa bumi belum pernah digunakan.

β€œ Kami mempertanyakan, bagaimana kok bisa bangunan olahraga SMANOR Palu belum digunakan. Mulai bangunan ini selesai dibangun hingga bangunannya rusak, β€œ tutur sebuah sumber Radar Sulteng yang minta namanya dirahasiakan.

Padahal kata sumber, bangunan olahraga itu dibangun untuk menunjang dan mendongkrak prestasi olahraga anak muda Sulawesi Tengah guna mewujudkan mimpinya sebagai olahragawan atau atlet terbaik di Sulawesi Tengah, bersaing dengan olahragawan atau atlet dari provinsi lainnya di kancah olahraga regional, nasional, hingga internasinonal.

β€œ Miris sekali. Bagaimana tidak mengkuatirkan gedung olahraga ini. Dari selesai dibangun hingga kini belum difungsikan. Bahkan bangunan yang dibiaya dengan mahal menggunakan uang negara hasilnya hanya seperti ini, dibiarkan hingga rusak. Siapa yang harus bertanggungjawab, β€œ cecar sumber lagi.

Sumber sangat kecewa dengan dibiarkannya gedung olahraga tersebut dibiarkan tidak terurus. Mestinya ada kepedulian dari pihak sekolah maupun dari institusi yang berwenang dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah untuk turun dan melihat kembali, membenahi dan memfungsikannya sebagaimana perencanaan awal sarana olahraga ini sebagai tempat atau sarana latihan untuk menggembleng para siswa (atlet) menjadi olahragawan terbaik di Sulawesi Tengah.

β€œ Tentu dengan tidak difungsikan sama sekali gedung ini, maka mimpi atau cita-cita melahirkan atlet terbaik di Sulawesi Tengah tidak akan terwujud, β€œ tandasnya.

Dikonfirmasi kepada Kepala SMANOR Tadulako Palu, Mohamad Jufri, S.Pd., M.Pd, mengatakan pada dasarnya GOR SMANOR Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah itu dibangun sebelum bencana alam gempabumi 28 September 2018 yang lalu. Posisi dan peran gedung GOR SMANOR ini sangat sentral untuk pembinaan 10 cabang olahraga (Cabor) yang kita bina disini.

β€œ Namun pada kenyataannya setelah pasca gempa, sampai saat ini gedung GOR SMANOR Tadulako mengalami rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi, β€œ ungkap Jufri, kepada Radar Sulteng, Rabu (14/7). Menurutnya, kalau dipaksakan untuk digunakan akan sangat mengkhawatirkan dan membahayakan.

Dijelaskannya, gedung GOR itu sudah beberapa kali ditinjau, dilihat, dan diukur oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sulteng, namun sampai saat ini belum ada realisasinya untuk rehab ataupun perbaikannya.

β€œ Coba lihat, kelihatan kokoh gedung GOR itu dari luar. Tetapi seluruh penampang di atas itu putus. Beberapa dinding retak. Kemudian di atas itu ada yang terbelah. Pintu masuk menganga. Sehingga sangat membahayakan kalau kami menggunakan gedung GOR ini, β€œ papar Jufri.

- Periklanan -

Selanjutnya di awal pandemik Covid-19, pihaknya sudah berupaya setelah trauma bencana hilang mengaktifkan tiga cabang olahraga (Cabor) namun dikuatirkan lagi tiba-tiba ada gempa kecil-kecil, sedangkan gerbang GOR itu sudah terbelah. Disitu akses keluar masuk evakuasi tidak bisa lagi.

β€œ Sehingga kami tidak menyarankan, dan pihak PUPR juga tidak menyarankan untuk menggunakan gedung GOR itu, β€œ sebutnya.

Dikatakan Jufri, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR Sulteng. Dimana, untuk tahun 2021 sebagai salah satu sekolah yang akan direhab fisik gedungnya oleh pemerintah pusat melalui PSMA. Namun, hanya sebatas ruang belajar.

β€œ Pada saat kami di Bimtek disana dengan pihak PUPR Provinsi saya sempat menanyakan hal itu. Ternyata memang pihak pemerintah pusat, karena itu sangat besar alokasi anggarannya. Sehingga pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan masih fokus pada ruang belajar pada setiap sekolah yang ada di Sulawesi Tengah, β€œ bebernya.

Pantauan Radar Sulteng, SMANOR dalam proses belajar mengajar, di tengah pandemik Covid-19, menurut Jufri merupakan sekolah yang paling terdampak. Bukan hanya proses pembelajarannya, tetapi pada proses keberbakatannya.

β€œ Intinya kami hanya merujuk pada apa yang dianjurkan oleh Pemerintah Daerah. Jadi, kalau regulasi pemerintah daerah masih melarang kami untuk melakukan proses belajar tatap muka. Karena status daerah kita berada di Zona yang terlarang. Sehingga proses belajar tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes), yang berlangsung secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan), β€œ ujarnya lagi.

Kepsek SMANOR Tadulako ini juga mengatakan para siswa dan siswi SMANOR Tadulako berasal dari 13 kabupaten dan kota. Sudah pulang semua ke daerahnya masing-masing. Ada anak-anak (siswa-siswi, red) di daerahnya yang tidak terjangkau internet (daring), sehingga secara akademis dilakukan luring, dengan pola mengirimkan modul-modul pembelajarannya dikirim ke anak-anak, begitu juga tugas-tugas sekolahnya.

β€œ Dari sisi keberbakatan olahraganya pada intinya di awal pandemik Covid-19 itu kami masih melakukan proses keberbakatan secara virtual. Walaupun itu tidak maksimal. Virtual antara anak-anak dengan pelatihnya, β€œ paparnya.

Seiring dengan berjalannya waktu, ternyata pos anggaran dilakukan refocusing oleh pihak dinas sehinga tidak dimungkinkan untuk proses keberbakatan itu.

β€œ Sehingga, kami mengembalikan anak-anak ini kepada klub-klubnya masing-masing. Mereka latihan di daerah masing-masing, melalui arahan pelatih mereka sebelum masuk belajar di sini. Kecuali anak-anak kita yang sudah dinyatakan lolos ke PON Papua, β€œ jelasnya.

Anak-anak yang lolos PON ini tetap stand by di Palu, seperti cabor Karate, Taekwondo, Dayung, dan beberapa cabor masing-masing. Sudah dihandel oleh Pengurus Olahraga Provinsi (Pengprov) masing-masing.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.