alexametrics Gebyar Ekspor, Sulteng Sumbang Komoditas Ekspor Pertanian Rp5,7 Miliar – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gebyar Ekspor, Sulteng Sumbang Komoditas Ekspor Pertanian Rp5,7 Miliar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Sulawesi Tengah turut menyumbang komoditas ekspor pertanian pada kegiatan Gebyar Ekspor yang digelar serentak di 34 pintu ekspor Indonesia. Adapun nilai ekspor komoditi pertanian Sulteng yang tercatat senilai Rp5,7 miliar.

Komoditas Pertaian ini, serentak dilepas oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di 34 pintu ekspor Indonesia secara virtual. Komoditas Pertanian yang di ekspor pada Gebyar Ekspor ini total volume 1,3 juta ton senilai Rp14,4 Triliun ke 124 negara.

Khusus Sulawesi Tengah, menyumbang komoditi pertanian berupa kelapa bulat dan tepung kelapa dengan total volume 1.071 ton senilai Rp5,7 miliar, dengan negara tujuan Tiongkok dan Amerika Serikat.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu, Amril mengungkapkan, pada tahun 2021 ekspor komoditas pertanian dari Sulteng meningkat 3 % dibanding tahun 2020. Pada tahun 2021 ekspor komoditas pertanian Sulteng senilai Rp459 miliiar, naik dari tahun 2020 yang berada pada angka Rp444 miliar. “Dengan negara tujuan ekspor yakni Tiongkok, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, US, Perancis, Brazil, Australia, Srilanka, Pakistan, Kanada, Malaysia dan Slovenia,” ungkap Amril, Jumat (31/12/2021) kemarin.

Pada Tahun 2021, Komoditas perkebunan masih menjadi komoditas yang rutin diekspor, yang diikuti oleh komoditas pangan dan hortikultura seperti kakao biji, olahan kelapa (tepung kelapa, VCO, CO, air kelapa, dan serabut kelapa), kelapa biji, jagung biji, bawang merah, dan durian.

Amril juga menambahkan bahwa, tahun 2021i banyak komoditas baru yang diekspor dan tujuan negara baru. Seperti Jepang yang menjadi negara tujuan baru terhadap rempah-rempah (pala biji, lada biji, vanili, bawang merah, ketumbar, kunyit, sereh), kopi, dan durian montong.

“Sulteng sendiri masih banyak komoditas pertanian yang sangat potensial dan berpotensi di ekspor seperti kelor merah khatulistiwa, sarang burung walet dan durian montong. Ini tentunya perlu di dorong karena hilirnya sudah jelas dan diminati di pasar ekspor,” ungkapnya

Lebih lanjut dia menuturkan, melalui program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) akan terus mendorong komoditas potensial/emerging ekspor di Sulteng. Contohnya, durian montong, sarang burung walet dan kelor merah khatulistiwa.

Dia menambahan, dalam mencapai peningkatan ekspor komoditas pertanian perlu menjalin sinergitas seluruh sektor bahkan lintas sektor untuk bersama dorong komoditas pertanian Sulteng tumbuh. Salah satu dengan adanya kerjasama MoU dengan Polri dalam pengawalan pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan mendunia.

“Harapannya dengan adanya nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian (Kementan) dapat lebih berdampak positif karena akan mendukung seluruh program dalam mewujudkan ketahanan pangan,” tandas Amril.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulteng, Faizal Mang yang turut hadir mewakili Gubernur Sulteng, menyambut positif adanya Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021. Hal ini menurut dia, menjadi kabar gembira dan angin segar bagi perekonomian nasional maupun daerah sebagai langkah strategis dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, disaat sektor lain mengalami penurunan sedang sektor pertanian tumbuh ditengah tantangan Pandemi Covid-19.

“Untuk mendukung lebih tumbuhnya komoditas pertanian di Sulteng, pemerintah daerah sendiri telah melakukan optimalisasi pada semua sektor baik dari hulu hingga hilir, bahkan sangat membuka diri bagi investor yang ingin berinvestasi dalam rangka peningkatan produksi komoditas pertanian,” ucap Faizal dalam sambutannya.

Rangkaian Gebyar Ekspor di Kantor Karantina Pertanian Palu ini, juga memamerkan sejumlah komoditas ekspor Sulawesi Tengah. Turut hadir Kapolda Sulteng, perwakilan Walikota Palu, pimpinan instansi kementerian dan daerah, eksportir, pelaku usaha perusahaan pelayaran, pelindo, umkm, dan asosiasi. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.