Garap Jalan Kantong Produksi 10 KM, Cari Jaringan di Gunung, Komunikasi via Radio Orari

- Periklanan -

TMMD ke-110 Kodim 1305/BT, Membangun Desa Kamalu di Tengah Pandemi Covid-19 dan Keterisolasian

UNTUK KAMALU : Satgas TMMD ke-110 bersama warga Desa Kamalu lakukan penimbunan dan pengerasan jalan kantong produksi.
CARI JARINGAN : Babinsa Desa Kamalu ikut membantu Sertu Dilly mencari jaringan di tengah hutan, agar informasi dan laporan progress TMMD bisa sukses.

- Periklanan -

Break….break….”Kamalu 1 kembali siap bertugas”. Sapa pagi sekaligus laporan Kopda Diman–Babinsa idola warga Desa Kamalu, via Radio Orari. Ada bakat jadi penyiar radio.
Kopi panas inspirasi paginya masih sisa setengah, harus ditinggal, sebab tepat jam setengah tujuh pagi, cangkul dan sekop sudah menanti untuk segera dibawa ke lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 tahun 2021, di Desa Kamalu, Kecamatan Ogodeide.
Seperti apa semangat Satgas TMMD ke-110 ?

Ahmad Hamdani, Radar Sulteng 

SIAP……!! begitu suara lantang dan kompak prajurit Kodim 1305/BT saat apel pagi di kaki Gunung Kamalu. Dinginnya itu, lumayan, brrrr menusuk raga. Tapi, cuaca dingin dan panas bukan soal.
“Yang penting… sikat dulu roti sumbunya pak, baru kita aduk semen dan pasirnya,” seru Kopda Diman yang langsung disambut riang anggota Satgas dan puluhan warga Desa Kamalu.
Sarapan pagi ala Desa Kamalu, Selasa (2/3/2021), seperti menu bertemakan “Hidangan Desa Rasa Kota”. Sajiannya memang sederhana, ada singkong, jagung, disisipi kue favorit prajurit-Panada, setia menemani kopi khas Kamalu. Semua itu terasa istimewa, karena prajurit TNI dan warga “baku-sodara”, tak ada lagi istilah komandan dan bawahan, menyatu dalam kekeluargaan.
“Eeeeeiiiit, tapi tetap jaga protokol kesehatan ya pak hehehe,” sindir ramah Pelda Irwan-Pjs. Danramil Dondo, Basi Dondo dan Ogodeide, mengingatkan.
TMMD 2021 di wilayah teritorial Kodim 1305/BT, selain mendapat dukungan Pemkab Tolitoli, juga manunggal bersama prajurit Kompi C 711 Tolitoli, dengan sasaran utama pekerjaan yakni fisik dan nonfisik.
Kepada Radar Sulteng, Komandan Satgas TMMD ke-110 yang juga Komandan Kodim (Dandim) 1305/BT Letkol Inf Farid Yudis Purwanto menjelaskan, sasaran pekerjaan fisik Desa Kamalu yakni pembukaan, perintisan hingga pengerasan badan jalan kantong produksi pertanian sepanjang kurang lebih 10 kilometer, dengan lebar badan jalan 6 meter, kemudian ada pembangunan jembatan bentangan 5 x 4 meter, plat deucker 2 x 4 meter, plat deucker 2 x 4 meter, dan plat lintas 1 x 4 meter.
Sedangkan program nonfisik, Satgas TMMD ke-110 memilih untuk menggalakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan, penyuluhan antinarkoba bagi generasi muda desa, pelayanan kesehatan dasar, pembinaan wawasan kebangsaan, hingga membantu kegiatan belajar kepada anak-anak desa yang saat ini hanya bisa belajar di rumah, karena aturan protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19.
Di sisi lain, pendidikan agama juga menjadi perhatian khusus. Dimana, ada beberapa prajurit di dalam Satgas TMMD yang memiliki kemampuan dan ilmu keagamaan, dengan cara menjadi guru mengaji, menjadi imam sholat berjamaah, dan majelis taklim yang membahas tentang pengetahuan tentang hukum syariat agama kepada warga yang mayoritas beragama Islam.
“Semuanya dikerjakan dengan semangat gotong royong, warga Desa Kamalu benar-benar berjuang bersama kami,  bahkan mereka rela meninggalkan pekerjaanya agar program TMMD bisa tuntas. Salut untuk warga Desa Kamalu,” puji Dandim.
Inilah maksud dan tujuan TNI menggelar program TMMD di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya sekadar mengejar target pencapaian pembangunan fisik semata, tetapi ada nilai histori kemedekaan, kemuliaan dan kehormatan bangsa yang dapat mengedukasi, serta memberikan motivasi kepada masyarakat dalam membangun negeri ini, membangun desa dengan warisan pendahulu, semangat gotong royong.
Sebelum masuknya program TMMD ke-110, warga Desa Kamalu yang mayoritas berprofesi sebagai petani cengkeh, berkebun kelapa dan komoditas lainnya, mengaku sangat kesulitan untuk memasarkan hasil produksi pertanian. Ini karena, medan gunung yang menjadi satu-satunya jalan ikhtiar menafkahi keluarga, awalnya hanya berupa jalan setapak, berkelok-kelok, berlubang, bebatuan, jika hujan jalan licin, panas terik berdebu.
Namun setelah TMMD berjalan, wajah petani mulai  membuncah, kembali ceria, lega dan tersenyum lebar. Kini, mereka tidak lagi harus berjalan kaki 10 kilometer, memikul ratusan kilo panen cengkeh dari puncak turun ke kaki gunung. Jalan sudah bisa dilalui motor.
TANGGAPAN PEMERINTAH DESA DAN MASYARAKAT
Kepala Desa Kamalu Rusli A Laindjong menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada TNI dan Satgas TMMD ke-110 Kodim 1305/BT.
“Ini salah satu keberkahan untuk desa kami. Sebab, bertahun-tahun petani di sini (Kamalu) harus melewati jalan menantang, jalan ke kebun itu tidak main-main loh pak, jauh 10 kilometer, belum lagi jurang, licin kalau hujan. Pernah, hasil panen cengkeh terbuang begitu saja, mubazir, karena tidak bisa dibawa kemana-mana. Setelah TMMD masuk ke Desa Kamalu, kesulitan dan keluhan yang dirasakan petani terus berkurang,” ungkap Rusli.
Kades Rusli maupun aparat desa lainnya juga tidak menyangka dengan informasi dari Babinsa Desa Kamalu Kopda Diman yang menyebutkan bahwa, Desa Kamalu bakal kedatangan tamu dari Kodim 1305/BT dengan tujuan menunaikan tugas TMMD ke-110. “Ya kami merasa senang sekali pak,” timpalnya.
Usai mendapat kabar baik tersebut, pemerintah desa bersama jajaran Kodim 1305/BT, Koramil, Babinsa akhirnya duduk bersama merencanakan program kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat Desa Kamalu.
Kades dan jajaran pemerintah Desa Kamalu berharap, apa yang sudah terbangun baik melalui kegiatan fisik maun nonfisik, selain mampu mendongkrak roda ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, juga bisa memancing gairah masyarakat agar lebih giat lagi berusaha, setelah kurang lebih setahun “terkurung” dalam suasana pandemi wabah Covid-19.
“Kami sangat bersyukur ada tantara masuk di desa kami, jalan sudah terbuka, kalau dulu mau ke kebun setengah mati nak, pulangnya pikul karung. Apalagi seperti saya ini sudah hampir 60 tahun so tidak mampu bajalan kaki pikul banyak,” tutur Ali Sulali, sesepuh Desa Kamalu.
Ungkapan yang sama juga disampaikan Hanop, tokoh masyarakat Desa Kamalu. Ia berterimakasih dan mengaku senang, jalan menuju kebunnya kini semakin mudah dilalui.
“Kalau bisa pak, bapak-bapak tantara ini tahun depan masuk lagi ke Kamalu, insyaallah kami siap memberikan pelayanan yang terbaik,” ungkapnya senang. 
SUKA DUKA SATGAS TMMD KE-110
“Kalau bicara suka duka, tentu ada dukanya. Harus pisah dengan keluarga, apalagi tidak bisa telpon-telponan karena memang tidak ada jaringan di kampung ini, tapi itu sudah biasa bagi kami prajurit TNI. Siap sedia demi kedaulatan NKRI,” aku Serda Arifin disambut tawa kelakar Kopda Diman.
Kopda Diman menimpali, duka dan kerinduan dalam tugas selama TMMD berlangsung memang tidak bisa dielakan, manusiawi, tetapi itu semua serasa terbobati dengan sikap ramah warga Desa Kamalu, bercengkrama, obrolan santai dan canda tawa plus jaga jarak, tersaji hampir setiap malam usai sholat Isya berjamaah. Markas sementara Kantor Desa Kamalu pun menjadi pusat koordinasi antara Satgas TMMD, pemerintah desa dan masyarakat desa, sementara kaum ibu mengambil di posisi di bagian belakang kantor sebagai centra dapur umum TMMD.
JARINGAN TELEKOMUNIKASI MERAYAP, BUKAN SOAL
Tugas dan tanggungjawab Satgas TMMD tidak hanya menyangkut hasil kerja, tapi penyampaian laporan progress hasil kerja, laporan kepada Komandan Satgas juga menjadi bagian penting suksesnya TMMD ke-110.
Faktanya, anggota Satgas TMMD merangkap dalam divisi kehumasan punya tantangan tersendiri. “Tak ada jaringan,” ujar Sertu Eldoardo Dilly Pandilawang, yang kini menjabat sebagai BATI Puanter Kodim 3015/BT.
Tidak tinggal diam, Dilly akrab disapa, gesit bergerak, terus berusaha mencari jaringan agar informasi progress TMMD sampai ke tujuan, kendati harus mendaki gunung, menerobos hutan dan perkebunan warga.
Alternatif terakhir, tancap gas motor lalu pindah ke kampung sebelah, jaraknya kurang lebih 10 kilometer. “Nah ada sedikit jaringan bisa WA, klop dan beres, tugas laporan telah selesai dikirim,” kata Dilly lega.
Untuk diketahui, TMMD ke-110 tahun 2021 punya sejarah dan keunikan tersendiri, sebab TMMD kali ini digelar di tengah suasana pandemi, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak. Bahkan usai bekerja, personel Satgas TMMD dan masyarakat, rutin melakukan cuci tangan dengan sabu, mandi serta berolahraga sebagai salah satu ikhtiar agar terhindar dari penyegaran Covid-19. TNI Manunggal bersama Rakyat. (**/dni)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.