Gara-gara Pembayaran Upah, Buruh Bangunan Bacok Mandor Proyek

- Periklanan -

PALU – Pelaku pembacokan pekerja proyek pembangunan Kantor BPN Kota Palu di Jalan Kartini, Kecamatan Palu Timur, pukul 23.30 WITA, Senin (2/12) akhirnya tertangkap.

Kepolisian Resort Palu (Polres Palu) melalui team opsnal Polres Palu, melakukan pengembangan kasus pembacokan buruh bangunan berhasil menangkap dua pelaku sementara satu pelaku masih DPO.

Dua pelaku yang berhasil ditangkap, yakni Guntur Wibowo (20) dan Didit (21) sementara satu pelaku yang masih DPO adalah Iwan (21).

Paur Humas Aipda I Kadek Aruna dalam keterangannya di Polres Palu, Rabu (4/12) menjelaskan, Usai menerima laporan kasus penganiayaan di Jalan Kartini tepatnya di kantor BPN Kota Palu, team Opsnal Polres Palu mengumpulkan keterangan di lapangan, kemudian menyebutkan beberapa pelaku yang dicurigai.

Sekitar pukul 17.00 WITA team Opsnal Polres mendapatkan informasi salah satu pelaku sedang berada dirumahnya di Jalan Monginsidi. Team Opsal langsung menggerebek rumah pelaku dan berhasil mengamankan dua pelaku di rumah tersebut. “Pelaku langsung dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lanjut,” ujarnya.

- Periklanan -

Motif pembacokan terhadap dua pekerja bangunan, kata Kadek sesuai pengakuan pelaku dan saksi-saksi, karena sebelumnya sekitar 22.00 WITA pelaku Guntur Widodo sempat berselisih paham dengan korban Zulfin di lokasi berbeda. Pelaku Guntur hendak meminta upah kerja proyek kepada Zulfin yang merupakan mandor atau bos dari pelaku.

Karena tidak terjadi kesepakatan, terjadilah adu mulut yang mengakibatkan Zulfin memukul bagian mata dan hidung Guntur, hingga mengeluarkan darah. Guntur yang dendam dan tidak terima mendapat penganiayaan kemudian pulang ke rumahnya di Jalan Monginsidi. Saat berada di rumah Pelaku Guntur bertemu dengan kedua rekannya, Didik dan Iwan.

Guntur kemudian mengambil sebilah parang dan bersama Didik dan Iwan pergi ke kantor BPN Kota Palu Jalan Kartini dimana korban Zulfin tinggal di kamp pekerja pada proyek pembangunan kantor BPN. “Saat tiba di kantor BPN Guntur yang memegang parang langsung menemui korban dan langsung membacok, mengakibatkan korban Zulfin mengalami luka robek di beberapa bagian tubuhnya,”ujar Kadek mengutip pengakuan pelaku.

Kadek menambahkan, dua pelaku lainnya, Didik dan Iwan turut dalam penganiayaan terhadap korban. Pelaku Iwan ikut mengejar pelaku dengan kayu balak, namun tidak berhasil mengenai korban.

Sementara pelaku Iwan ikut menebas korban menggunakan sebilah parah, namun meleset dan korban berhasil melarikan diri ke bagian belakang bangunan kantor BPN. “Jadi ada dua korban yang terkena sabetan parang. Satu korban Zuflin dan satu lagi rekannya. Saat ini kedua korban masih dirawat dan belum sempat dimintai keterangan karena kondisinya masih dalam perawatan medis,” terangnya.

Kadek menambahkan, saat ini penyidik sedang memeriksa beberapa saksi-saksi dan sedang mencari barang bukti senjata tajam jenis parang, yang menurut pengakuan pelaku utama Guntur, usai membacok korban membuang parangnya di selokan. “Parangnya masih dicari,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.