Gara-gara Corona Sidang Hasil Pilkades Pangalasiang Ditunda Dua Pekan

- Periklanan -

PALU-Sidang lanjutan, atau sidang kedelapan perkara hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Pangalasiang Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala kembali dilangsungkan di PTUN Palu, Selasa kemarin (17/3). Dipimpin oleh Hakim anggota I Slamet Riyadi, SH, didampingi Hakim Anggota II Cahyeti Riyani, SH, didampingi Panitera Pengganti Jemy Joieh Hattu, SH.

Hakim Slamet Riyadi memimpin sidang kemarin, pasalnya ketua majelis hakim Yohannes Christian Motulo, SH, yang sejak awal memimpin sidang termasuk sidang dismissal masih mengikuti pelatihan di Mega Mendung Bogor, Jawa Barat.

“Sebelum sidang dilanjutkan, kami menyampaikan lagi bahwa Ketua Majelis Hakim bapak Yohannes Christian Motulo, SH, berhalangan hadir untuk memimpin sidang perkara ini, karena beliau masih mengikuti kegiatan di Mega Mendung Bogor Jawa Barat, “ terang Slamet Riyadi.

Sidang Selasa kemarin, dengan agenda penerimaan Duplik Tergugat, dan Replik Penggugat, serta Replik Tergugat II intervensi. Sidang masih saja molor disebabkan pengacara Tergugat terlambat datang, meski sudah diberi toleransi waktu. Hingga akhirnya sidang yang sangat menarik ini baru bisa dimulai pukul 11.00 Wita. “ Kami menerima Duplik ini tetapi tidak dibacakan. Sesuai dengan ketentuan hukum acara Pengadilan Tata Usaha Negara, “ jelas Slamet Riyadi kepada para pihak setelah menerima Duplik Tergugat I (Pemkab Donggala), dan Replik Tergugat II intervensi.

Untung saja sidang tersebut berlangsung tidak terlalu lama, tetapi hanya kurang lebih 30 menit berselang. Pada kesempatan itu, hakim ketua Slamet Riyadi menegaskan kembali tentang waktu. Bahwa waktu sidang harus ditepati, juga meminta kepada semua para pihak agar komitmen dengan waktu.

- Periklanan -

“ Para pihak-kan sudah diberi tahu waktu atau jadwal sidang. Jangan ada lagi molor. Apalagi sudah diberi waktu toleransi dengan durasi 30 menit, juga tidak ditepati. Para pihak kan bisa saling menukarkan nomor HP atau nomor kontak masing—masing. Bisa kok saling menghubungi kalau ada halangan diantaranya, “ tegas Slamet Riyadi.

Seperti diketahui, dalam sidang kemarin Penasehat Hukum dari Penggugat Djamaluddin, Abd. Haris Dg. Nappa, SH, telah hadir dipersidangan bersama penggugat (principal), Djamaluddin. Sedangkan dari tergugat I (Pemkab Donggala), tampak hadir pengacara Varanitha Belladina, SH., MH, dan pengacara dari tergugat II intervensi, Moh. Sidik Permana, SH, dan kawan-kawan.

Selanjutnya, Slamet Riyadi menyebutkan bahwa sidang akan dilanjutkan dua pekan lagi, yaitu pada Selasa 31 Maret 2020. Menurut Slamet sidang ditunda dua minggu kedepan, karena virus Corona (Covid-19). Sesuai imbauan Mahkamah Agung (MA), guna memutus mata rantai virus.

“Baik, bapak ibu sekalian, sidang hari ini saya tutup. Kita tunda kembali, dan kita akan bersidang dua pekan kemudian, pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2020. Agenda sidang nanti adalah menerima Duplik dari tergugat II intervensi atas Replik penggugat, ” kata Hakim Slamet Riyadi seraya menutup sidang, kemarin.

Usai sidang, kepada Radar Sulteng, Penasehat Hukum Djamaluddin, Abd. Haris Dg. Nappa memperlihatkan Duplik yang diberikan oleh Tergugat I salah alamat, dalam Duplik itu disebutkan Pengacara Tergugat I mewakili Achmad Bahar, padahal Tergugat I jelas-jelas adalah Pemerintah Kabupaten Donggala.

“Ini sebuah keteledoran hukum. Salah ini. Massa Penasehat hukumnya menyebut mewakili Tergugat I adalah Achmad Bahar. Kan ini tidak becus. Ini kesalahan fatal, dan tidak cermat dalam beracara, “ tandas Abd. Haris Dg. Nappa, usai sidang, ketika media ini mempertanyakan isi Duplik tergugat I.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.