Ganja Asal Sumatera “Serang” Kota Palu

- Periklanan -

PALU – Ternyata tidak hanya narkotika jenis sabu-sabu, Sulawesi Tengah khususnya Kota Palu kini juga tengah diserang peredaran narkotika jenis ganja. Ini terbukti saat aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah, menggagalkan penyelundupan kurang lebih 3,5 kilogram ganja kering siap edar.

Kepala BNNP Sulteng, Andjar Dewanto (kanan) bersama Kepala Bagian Tata Usaha BNNP Sulteng, Masnawati Rahman menunjukkan barang bukti ganja seberat 3,5 kilogram. (Foto: Agung Sumandjaya)

Ganja asal Kota Medan, Sumatera Utara itu, diamankan petugas sebelum berhasil diedarkan di wilayah Kota Palu. Bersama barang bukti ganja, petugas juga mengamankan 7 orang pemuda, yang 2 diantaranya masih berstatus sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dalam keterangan persnya, Senin (29/1) kemarin, Kepala BNNP Sulteng, Brigjen Pol Andjar Dewanto mengungkapkan, penangkapan terhadap jaringan pengendar narkotika ganja ini dimulai sejak 16 Januari lalu. “Sebelumnya kami dapat informasi pada 15 Januari, jika aka nada 3 paket ganja dikirim dari Medan tujuan Palu. Dari info ini selanjutnya kami lakukan control delivery, dan ternyata barang masuk melalui jasa pengiriman sekitar tanggal 16 Januari,” tutur Andjar.

- Periklanan -

Setelah dipantau, akhirnya penjemput barang tersebut datang ke kantor jasa pengiriman. Tidak menunggu waktu lama, petugas langsung mengamankan salah satu pelaku berinisial CH alias AN, yang telah mengambil barang yang didalamnya ternyata ada dua paket ganja. “Dari CH, kita kembangkan lagi, ternyata ada dua orang rekannya berinisial GL dan RG, yang menunggu di dekat kantor pengiriman barang sehingga langsung kami lakukan penangkapan,” jelas Kepala BNNP.

Dua paket ganja tersebut, memang dibeli dari hasil patungan ketiga pelaku. Rencananya ganja itu, bakal diserahkan kepada RZ, yang juga menjadi pemesan di Kota Palu dan juga turut diamankan. Dari keterangan para pelaku,  diketahui jika pengiriman tersebut bukan baru kali itu saja. “Antara GL dan pelaku di Medan sudah berulang kali transaksi, awalnya lewat instagram kemudian berlanjut di WA. Mereka dites urine juga positif ganja,” kata Andjar. Sedangkan, Satu orang pelaku lainnya dari jaringan ini, berinisial HD masih dalam pencarian.

Tidak berhenti ke satu jaringan ini, ternyata dari penjual ganja di Medan juga mengirimkan 1 paket ganja lagi ke jaringan lainnya di Kota Palu. Namun, kiriman ganja tersebut tidak juga diambil oleh pelaku, yang telah mengetahui bahwa ada jaringan lain dari pengirim di Medan yang telah ditangkap. “Kami tidak menyerah, di barang tersebut ada alamat pengiriman, kita telusuri ternyata pelaku ini sudah menghapus nomor alamat rumahnya dengan cet, tapi pelaku berinisia I alias DT tetap kami amankan,” ungkapnya.

Dari penggeledahan di rumah I alias DT pada Sabtu 20 Januari, ditemukan sejumlah sisa-sisa ganja. I pun mengaku jika barang itu dipesan oleh D warga Jalan Munif Rahman. Di lokasi penangkapan D, petugas kembali menemukan batang daun ganja, serta satu pelaku lainnya berinisial SL, yang masih dalam pengaruh ganja. Ketujuh orang yang diamankan ini pun, dijerat pasal 111 dan 112 undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. “Total dari seluruh tersangka yang kami amankan ada sekitar 3,5 kilogram ganja kering,” terang Andjar.

Dia pun mengindikasi, ganja itu rencananya bakal dijual ke kalangan remaja dan pelajar di Kota Palu. Hal ini sesuai fakta yang ditemukan di lapangan, saat BNNP melakukan tes urine ke sejumlah sekolah, ada sejumlah pelajar yang positif menggunakan ganja. BNNP Sulteng sendiri, juga telah berkoordinasi dengan BNNP Sumut untuk mengamankan pengirim barang haram tersebut. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.