Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gambar Monyet, Peringatan Buat Pembuang Sampah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

UNIK : Terlihat salah satu tanda larangan membuang sampah unik, yang dipasang oleh BLH Kabupaten Sigi. (Foto: Nendra)

SIGI – Sejumlah masyarakat pasti sering melihat peringatan untuk tidak buang sampah sembarangan. Hampir kebanyakan peringatan buang sampah itu seragam dengan tulisan ‘Dilarang Buang Sampah Sembarangan’ atau ‘Buanglah Sampah Pada Tempatnya’.

Tapi, ada juga peringatan buang sampah yang unik dan dianggap manjur, untuk mengurangi masyarakat yang suka buang sampah sembarangan. Peringatan buang sampah itu menggunakan bahasa yang menarik, dari yang mengundang tawa hingga yang malah terkesan sadis. Hal ini yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, melalui BLH Kabupaten Sigi.

Dimana setiap tempat yang dianggap kerap menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan di wilayah Kabupaten Sigi, dipasangi tanda peringatan yang unik. Hal ini bertujuan agar apabila ada masyarakat yang ingin membuang sampah di tempat tersebut, menyadari bahwa membuang sampah sembarangan itu tidak baik, khususnya pada lingkungan karena tidak enak mata dilihat.

“Kalau cuman tanda larangan biasa, kadang tidak dianggap malah sampah di tempat tersebut semakin banyak dan menumpuk,” jelas Kepala BLH Kabupaten Sigi Andi Aco.

Dikatakan Andi, sejumlah tempat yang dipasangi tanda larangan itu seperti di sepanjang jalan masuk Kabupaten Sigi seperti di Biromaru dan Karajalemba. Tempat-tempat tersebut kerap digunakan masyarakat untuk membuang sampah rumah rangga, maupun pabrik sementara lokasi itu bukan tempat untuk membuang sampah.

Hal ini pula lanjut Kepala BLH, merupakan langkah mendukung program Sigi Hijau yang merupakan program Pemkab Sigi, yang saat ini sedang diseriusi oleh pemerintah. Untuk itu, Andi mengajak masyarakat, agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan.

“Memang belum ada bak-bak sampah besar khusus tempat pembuangan sampah, namun kedepan akan kami usahakan. Untuk sementara ada banyak tempat sampah di setiap wilayah yang bisa digunakan warga untuk membuang sampah rumah tangga,” pungkasnya.

Sementara itu sebuah tanda larangan buang sampah dibuat dengan gambar seekor monyet. Lalu di gambar itu dituliskan “Cuma aku yang buang sampah semabrangan. (ndr)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.