Galungan, Rayakan Kemenangan atas Kebenaran

- Periklanan -

Suasana perayaan Hari Raya Galungan di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Rabu (5/4). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Ratusan umat Hindu di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan khidmat merayakan Hari Raya Galungan yang merupakan hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan).

“Melalui hari raya ini, kita bisa meningkatkan keimanan dan memperoleh kesejahteraan lahir dan batin dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Ketua Krama Adat Kerta Winangun Kota Palu, I Wayan Dharma SPd MPd, di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, kemarin.

Dia menjelaskan, galungan sendiri bermakna sebagai hari kemenangan terhadap keburukan. Galungan juga dapat diartikan sebagai kebenaran, kejujuran, kebaikan, dan kebahagiaan. “Intinya pada hari ini, kita ingin memenangkan suatu kebenaran melawan suatu yang tidak benar,” tambahnya lagi.

- Periklanan -

Dikatakan, selain meningkatkan rasa bakti dan syukur kepada Tuhan, galungan juga kiranya dapat meningkatkan toleransi antar umat beragama. “Kita berada di daerah heterogen atau di wilayah di Indonesia khususnya. Negara yang berdasarkan pancasila, sehingga juga dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan umat bergama, berbangsa, dan bernegara,” sebutnya.

Amatan Radar Sulteng, umat Hindu di Kota Palu, hampir memenuhi setiap sudut Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha untuk melakukan sembahyang dalam rangkaian Hari Raya Galungan, baik prosesi persembahyangan di pagi maupun hingga sore harinya.

Untuk pelaksanaan persembahyangan galungan pagi hari dimulai sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 Wita. Sedangkan untuk sore hari sekitar pukul 16.00 berakhir 18.00 Wita. Perayaan galungan dilaksanakan enam bulan sekali atau 210 hari sekali.

Masih pantauan media ini, setiap umat sebelum memasuki Pura harus terlebih dahulu melakukan penyucian diri, baik secara lahir dan batin, dengan menggunakan air suci yang dipercikkan ke arah tubuh.

Tampak umat Hindu membawa sesajen yang berisikan buah-buahan dan kue. Sesajen itu diibaratkan sebagai rasa syukur dan bakti umat Hindu dari Yang Maha Kuasa yang diberikan keberkahan selama ini kepada mereka. “Yang datang yakni umat Hindu yang berdomisili di Kota Palu. Yang dari luar daerah dan kebetulan juga berada di sini, pasti sembahyangnya di sini. Di setiap daerah memiliki Pura masing-masing. Yang pasti hari ini umat Hindu melakukan persembahyangan,” katanya. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.