Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Gali Drainase, Pipa PDAM Putus, Air Tak Mengalir, Menderita…

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Salah satu pelebaran jalan oleh Pemerintah Kota Palu di Jalan S Parman, Rabu (26/7). (Foto; Mugni Supardi)

PALU – Pekerjaan rehab jalan dan pembangunan drainase yang tendernya dimenangkan PT UD Maju sebagai pelaksana pekerjaan di Jalan S Parman, berdampak pada air bersih ke rumah-rumah warga jadi terhenti. Sebab, sepanjang 200 meter pipa induk milik PDAM Uwe Lino Donggala hancur.

Selain pipa induk yang hancur di Jalan S Parman, pipa PDAM yang menghubungkan air dari pipa induk ke rumah-rumah warga di Jalan M Thamrin, juga ikut rusak akibat dampak pekerjaan jalan dan drainase tersebut.

Saat ini, paling tidak 240 rumah warga di Jalan S Parman, Jalan Panglima Polem, Jalan Soeharso, dan Jalan Raden Saleh serta Jalan M Thamrin, tidak bisa lagi teraliri air PDAM.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Teknik PDAM Uwe Lino Donggala, Muhammad Rizal menjelaskan, kontraktor pekerjaan sama sekali tidak berkoordinasi dengan PDAM Uwe Lino Donggala saat pekerjaan hendak berlangsung. “Pelaksananya tidak ada koordinasi dengan kita. Kerusakannya itu kita tahu dari pantauan kami sendiri ke lapangan,” ucap Rizal sapaan akrabnya via telepon tadi malam (24/8).

Rizal menegaskan, jika hancurnya pipa induk akibat pengerjaan jalan dan drainase, bukan soal pipa PDAM yang melanggar batasan Daerah Milik Jalan (Damija) yang harus 1,5 meter kedalamannya. Pasalnya, kata dia, pipa PDAM Donggala sudah ada sejak tahun 1980-an, sebelum undang-undang yang mengatur Damija dibuat. Sehingga pihaknya sangat menyayangkan kurangnya koordinasi dari pelaksana drainase Jalan S Parman.

“Kami tetap akan perbaiki pipanya jika pekerjaan drainase sudah selesai. Karena saat ini masih proses pengerjaan, jadi kita belum bisa selesaikan perbaikannya,” jelasnya.

Terkait dampak rusaknya pipa, Rizal mengaku sering mendapat keluhan dari warga yang airnya tidak lagi mengalir seperti sebelum-sebelumnya. Namun dia tidak bisa berbuat banyak hingga pekerjaan jalan dan drainase selesai dikerja.

“Untuk saat ini, pipa yang hancur itu, kami tutupi alirannya sehingga tidak banjir. Dan bagi para pelanggan, untuk sementara airnya belum bisa kami distribusikan,” pungkasnya. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.