alexametrics Forum Masyarakat Paleleh Buol Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, dan Hadirkan Prof. Zainal Abidin – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Forum Masyarakat Paleleh Buol Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, dan Hadirkan Prof. Zainal Abidin

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Pengurus Pusat Forum Masyarakat Paleleh-Buol (PP FMP-B) menggelar kegiatan peringatan Isra Miraj’ Nabi Besar Muhammad SAW, dengan mengangkat tema “ Menjadikan Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW, sebagai spirit meningkatkan Ukhuwah Basyariyah, Ukhuwah Wathaniyah, Ukhuwah Insaniyah, serta Ukhuwah Bainal Muslimin, menuju Indonesia yang maju dan berkeadaban.

Peringatan Isra Miraj’ Nabi Besar Muhammad SAW ini menghadirkan pembawa hikmah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu Prof. Dr. H. Zainal Abidin. Kegiatan yang mulia ini dihadiri anggota DPRD Sulteng H. Zainal Daud, Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kota Palu, Dr. H. Mun’im Godal, Perwakilan Korem 132 Tadulako, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Ikatan Keluarga Indonesia Buol (PB IKIB) Ir. H. Abdullah Kawulusan, Ketua Pengurus Wilayah Khusus (PWK) IKIB Kota Palu H. Nurdin Umar, Ketua Perkumpulan Keluarga Paleleh dan Paleleh Barat (PKP-PB) H. Adnan Baralemba, Ketua PP FMP-B Husen Umarah, tokoh masyarakat Paleleh dan Buol, dan para mahasiswa serta pelajar asal Paleleh.

Pada kesempatan memberikan hikmah Isra Miraj Nabi Besar Muhammad SAW, Prof. H. Zainal Abidin, dengan gaya kocaknya mengupas tuntas materi Isra Miraj. Mulai dari apa yang dimaksud dengan Isra dan Miraj itu secara kosa kata, dan mengapa Allah SWT harus melakukan Isra Miraj kepada Rasulullah.

Menurut Prof Zainal, kata Isra itu artinya perjalanan malam. Sedangkan Miraj itu adalah tempat untuk naik ke sidratul muntaha. Atau pohon, atau tempat naik. “Makanya saya sarankan jangan semua nama atau istilah dijadikan nama anak kita atau nama cucu kita. Harus diketahui dulu arti sesungguhnya nama itu, “ ujar Prof. Zainal.

Mengapa harus dilakukan Isra Miraj, salah satunya kata Prof. Zainal adalah karena untuk menghibur Rasulullah, yang sudah dua tahun tidak pernah menikah lagi setelah isteri tercinta almukarammah Siti Khadijah meninggal dunia. Padahal, hampir semua sahabat Rasulullah, Abubakar Shidiq, Umar Bin Khatab, dan Usman Bin Affan sudah menawarkan anaknya masing-masing kepada Rasulullah untuk dinikahi.

Dijelaskan Prof. Zainal bahwa dirinya tidak sependapat bila dikatakan Rasulullah sebelum berangkat naik Bouraq itu “dibersihkan” dadanya, tetapi yang tepat adalah memasukkan imun dan kekuatan tubuh agar Rasulullah bisa kuat bertahan bersama Bouraq hingga mencapai Sidratul Muntaha.

“ Bayangkan saja, Malaikat Jibril yang menemani Rasulullah tidak terus ke Sidratul Muntaha. Tetapi Baginda Rasul sampai di Sidratul Muntaha. Nah inilah yang dimaksud oleh Allah SWT membelah dada Rasulullah untuk memberikan sebuah kekuatan ekstra atau tambahan, agar kuat sampai di Sidratul Muntaha, dalam perjalanan malamnya hingga pulang subuh hari, plus dengan waktu tempuh antara Mekkah ke Palestina yang jaraknya 1.500 km, “ papar Prof. Zainal.

Karena itu, hikmah atau pelajaran yang patut diteladani dari peristiwa ini adalah sebuah perjuangan dan perhatian dari Allah SWT, begitu kasih sayangnya tercurah dan kasih Allah SWT kepada Rasulullah. Hingga turunnya perintah salat lima waktu kepada kita ummatnya.

“ Sebuah pencapaian dari Ukhumwah Islamiah menuju Indonesia yang maju dan berkeadaban, “ tegas Prof. Zainal Abidin.

Sementara itu, Ketua PP FMP-B, Husen Umara dalam laporan kepanitiaannya mengatakan bahwa kegiatan yang digelar saat ini merupakan syiar dan dakwah Islam untuk meneladani Rasulullah Muhammad SAW, sekaligus sebagai wadah silaturahmi para perantau asal Paleleh dan warga dari Kabupaten Buol di tanah rantau, salah satunya yang berada di Kota Palu.

“ Kegiatan memperingati Isra Miraj’ Nabi besar Muhammad SAW ini merupakan sebuah pembelajaran dan hikmah yang kuat bagi kita sesama ummat muslim, khususnya warga kita dari Paleleh Kabupaten Buol. Juga sebagai ajang silaturahmi antara warga Paleleh, dan masyarakat Buol secara keseluruhan yang berada di Kota Palu, “ tutur Husen Umara.

Semoga, tandas Husen Umara, kegiatan ini akan terus diselenggarakan kedepan, agar pencapaian kita sebagai ummat muslim semakin paripurna dan lengkap. Termasuk sasarannya adalah memperkokoh kekeluargaan kita, saling menghargai, menghormati satu sama lainnya, dan memberikan asuhan dan pengayoman kepada masyarakat kita sesama warga Paleleh, termasuk anak-anak dan adik-adik kita yang sedang menempuh pendidikannya di sekolah maupun perguruan tinggi, adik-adik mahasiswa asal Paleleh yang ada di perantauan, seperti di Kota Palu saat ini.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.