ForBes Indonesia Fokus Pada Pemberdayaan dan Kemanusiaan

- Periklanan -

Hampir 2 Ribu Pengusaha Kecil Jadi Binaan ForBes Indonesia

PALU – Salah satu organisasi kemasyarakatan yang ada di Kota Palu, Forum Bersama Indonesia (ForBes) tak henti-hentinya melakukan aksi sosial. Setelah menyalurkan beberapa bantuan bagi para korban bencana Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala) seperti bantuan logistik dan Hunian sementara (Huntara), kini organisasi yang dipimpin Ronny Tanusaputra itu fokus pada pemberdayaan dan kemanusiaan.

Bahkan beberapa program ForBes kini sudah mulai berjalan, seperti pembibitan Kopi Robusta dan penanaman kopi kepada petani di Kecamatan Sirenja, Balaesang, Balaesang tanjung dan Kabupaten Sigi dan pembuatan minyak kelapa lokal di Kecamatan Sirenja.

- Periklanan -

Nantinya, kata Ketua Umum ForBes Indonesia itu, setelah bibit kopi dibagikan ke petani, hasilnya akan dibeli ForBes Indonesia dan akan diolah di Kota Palu menjadi bubuk kopi melalui pemberdayaan di kelurahan yang ada di Kota Palu. Untuk mendukung hal itu, ForBes juga akan memberikan bantuan berupa mesin pengolahan untuk bibit kopi.
“ForBes, kalau untuk pemberdayaan, kami udah mulai dari pembibitan biji kopi yang nanti akan kami bagikan ke petani yang sudah mendaftar dan sudah ada sekitar 120 petani. Bibit kami sampai hari ini udah kami semaikan sudah lebih 300 ribu bibit,” ungkapnya kepada Radar Sulteng, Jumat (14/12).
Tidak hanya itu, ForBes Indonesia juga memberikan bantuan berupa modal usaha terutama untuk para korban bencana yang memiliki keterampilan dalam membuatan kue.
Ronny, demikian disapa juga mengakui jika sudah hampir 2 ribu pengusaha kecil yang menjadi binaan ForBes Indonesia. Salah satunya masyarakat di Kelurahan Talise yang diberi bantuan modal usaha.
“Setelah mereka buat kue. Kue itu kami bantu untuk memasarkan, seperti yang sekarang ada di pusat jajanan di Jalan Setia Budi Kota Palu,” tuturnya.
Kegiatan pemberdayaan dan kemanusiaan yang dilaksanakan ForBes Indonesia kini juga melibatkan para generasi muda khusunya para mahasiswa. Seperti yang terpantau Radar Sulteng, Jumat lalu. ForBes Indonesia menggelar doa bersama sekaligus melakukan sosialisasi ForBes Indonesia Milenial di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Panca Bhakti Palu.
“Dengan digelarnya kegiatan tersebut di lingkup Insan akademik atau mahasiswa nama ForBes sendiri bertambah, menjadi ForBes Milenial, biar menyatu juga dengan mereka,” tuturnya.

Kegiatan tersebut digelar dengan tujuan, mengembalikan semangat serta membangkitkan gairah para mahasiswa untuk bisa kembali beraktivitas serta bisa keluar dari rasa trauma yang dialami pascabencana.
“Kami mencoba masuk nanti dengan pemberdayaan mahasiswa yang rencananyan akan kami buatkan warkop mini di masing-masing universitas. Nantinya mereka bisa belajar entrepreneurship di sana dan menggali bakat mereka kebetulan kalau di STIE ini Ilmu ekonomi, ada sekitar keterkaitan pemberdayaan dari pada ForBes,” kata Ronny.
Kedepannya kata dia, program pemberdayaan di tingkat mahasiswa akan tersebar di beberapa Universitas yang ada di Kota Palu. Tidak ketinggalan, di tingkat pelajar pun ForBes Indonesia juga memiliki beberapa program, yakni Mitigasi bencana dan anti Narkoba. “Kami akan masuk untuk memberi sedikit pelajaran tentang bagaimana, jika terjadi bencana dan apa yang harus dilakukan. Karena di tingkat SMA ke bawah ini kan belum bisa kami memberikan pemberdayaan mengenai ekonomi, karena mereka nanti malas masuk sekolah,” tutupnya. (win)

PEMBERDAYAAN : Ketua Umum ForBes Indonesia Ronny Tanusaputra dalam berbagai kegiatan sosial ForBes di Kota Palu. FOTO : DOK. FORBES

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.