ForBes Indonesia Doa Bersama di Lokasi Tsunami dan Likuifaksi

- Periklanan -

FOTO: ISTIMEWA
BANTU KORBAN PASIGALA : Ketua umum, ForBes Indonesia, Ronny Tanusaputra saat memberikan langsung bantuan modal usaha kepada warga di jalan Komodo RT 1 RW 1 Kelurahan Talise, belum lama ini.

PALU – Forum Bersama (ForBes) Indonesia melaksanakan tabur bunga dan doa bersama di okasi bencana tsunami dan likuifaksi serta kuburan massal korban bencana tersebut. Masing-masing di Anjungan Pantai Talise, lokasi likuifaksi Jono Oge serta di pekuburan massal di Kelurahan Poboya.

Sekretaris Umum ForBes Indonesia Mahfud Masuara mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati dua bulan musibah bencana yang menelan 2.000-an jiwa di Palu, Sigi dan Donggala.

“Berdasarkan arahan Ketum ForBes, Ronny Tanusaputra bahwa perlu dilaksanakan doa bersama untuk mengenang dan mendoakan para korban dan keluarga,” kata Mahfud Masuara di lokasi pemakaman massal Kelurahan Poboya, Kota Palu, Rabu (28/11).

Dengan aksi ini juga kata dia, pihaknya berharap para korban bisa mendapat pengampunan dan ditempatkan di sisi tuhan yang maha esa. Bagi keluarga yang ditinggalkan juga diberikan ketabahan.
Saat ini, ForBes lanjutnya terus melakukan upaya pemulihan korban bencana Palu, Sigi dan Donggala. Selain membangun Hunian sementara, pihaknya juga telah menyalurkan logistik, dan pendampingan hukum bagi korban yang tidak diberikan haknya.

“Untuk masalah hukum kita sudah lakukan, di Donggala ada dua orang yang ditahan di Polres Donggala karena melakukan penjarahan toko beras. Padahal beras ini dia bagikan untuk keluarga dan korban yang lagi kelaparan,” kata dia.

Ke depan kata dia, ForBes juga berusaha untuk memulihkan perekonomian para korban dengan melaksanakan kegiatan pemberdayaan dan pemberian bantuan bibit kopi bagi masyarakat.

- Periklanan -

“Dan tentunya ini adalah upaya merangsang pihak lain untuk bersama – sama membantu memulihkan perekonomian Palu, Sigi dan Donggala,” tuturnya

Tidak hanya itu, guna membantu meningkatkan perekonomian Kota Palu pasca bencana, ForBes Indonesia yang bekerja sama dengan Yayasan Usaha Mulia juga membantu modal kerja bagi pedagang usaha kecil untuk warga di jalan Komodo Kelurahan Talise.

“Sebanyak 50 warga yang tergabung dalam 10 kelompok usaha pembuatan kue rumahan yang pemasarannya dibantu oleh ForBes Indonesia, di harapkan agar bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka untuk bangkit pasca bencana yang terjadi,” tutupnya.

Terpisah, Ketua umum, ForBes Indonesia, Ronny Tanusaputra, mengatakan, bahwa bantuan modal usaha, merupakan langka awal. Visi misi ForBes Indonesia adalah pemberdayaan masyarakat, agar bisa bangkit dari keterpurukan setelah gempa 7,4 SR melanda Pasigala. Untuk tanggap darurat, ForBes Indonesia, juga membangun 1.000 an huntara. Sampelnya sudah ada di Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa. Dalam waktu dekat juga akan membangun 70 unit lagi di Desa Tanjung Padang Kecamatan Sirenja.

“ForBes Indonesia juga memberikan bantuan bibit kopi sekaligus dengan pupuk bagi masyarakat di wilayah pasigala, dan saat ini sementara proses pembibitan, ada 200 Ribu bibit yang sudah disemai di Desa Sipeso Kecamatan Sindue Tobata. Semoga kami bersama pengurus ForBes Indonesia tetap diberi kemampuan guna membangun Sulteng yang lebih sejahtera,” ungkapnya
Ketua RT setempat, Abdillah, sangat mengapresiasi bantuan modal usaha dari ForBes Indonesia ini. Pasalnya kata dia baru ForBes Indonesia yang memberikan bantuan modal kepada masyarakat di RT 1 RW 1 Kelurahan talise ini.

“Meski jumlahnya kecil, namun sangat bermanfaat dan sangat membantu,” tutur Abdillah.

Untuk diketahui, ForBes sendiri merupakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang bergerak di bidang kemanusiaan, dan terbentuk sejak 10 November 2018 di Kota Palu. ForBes didirikan atas prakarsa pengusaha sukses Kota Palu, Rony Tanusaputra. (Win/*/EXP)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.