FKPT Sulteng Gelar Literasi Digital Cegah Radikalisme dan Terorisme

- Periklanan -

PALU – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar kegiatan, dengan tema  “ Literasi Digital sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat”, Rabu (18/7) kemarin.

Suasana forum Literasi Digital sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat yang digelar oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah, Rabu (18/7). (Foto: Moh. Salam)

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 wita hingga pukul 17.00 wita tersebut, digelar di Swiss Bell Hotel yang terletak di Jln Malonda Kelurahan Silae Kecamatan Ulujadi, yang dihadiri sebanyak 100 orang peserta yang berlatar belakang mahasiswa, penggiat media sosial, insan Pers dan komunitas-komunitas literasi media yang ada di Sulteng.

Ketua Panitia Pelaksana, Murtalib, mengungkapkan salah satu tujuan kegiatan tersebut digelar diantaranya meningkatkan seluruh sarana pencegahan paham radikalisme dan terorisme melalui media social (medsos).

- Periklanan -

Ia juga berharap kepada mahasiswa, insan Pers, dan masyarakat pada umumnya dalam melakukan penulisan berita baik di media elektronik dan penyebaran informasi di medsos agar tidak ikut dalam menyebarkan paham-paham radikalisme.

“Kami mendorong mahasiswa, masyarakat umum, dan khususnya insan pers untuk bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak kontra produktif dengan pencegahan terorisme, ” ungkap Murtalib.

Senada dengan hal itu, Ketua FKPT Sulteng, Dr Muzakir Tawil MSi, menyebutkan peran dan fungsi mahasiswa serta insan pers dalam menyampaikan informasi di media sosial agar tidak ikut serta dalam menyebarkan paham dan ideologi-ideologi yang radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat. “Peran dan fungsi kita ini adalah untuk mencegah penyebaran paham radikalisme,” tambahnya.

Materi pertama pun dibawakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) oleh Setyo Pranomo yang banyak menjelaskan tentang perubahan UU Nomor 5 tahun 2018 tentang Terorisme. Pemateri kedua disampaikan oleh Dr Rahmat Bakri selaku Wakil Pemimpin Redaksi Radar Sulteng yang mewakili Pemimpin Umum Radar Group H Kamil Badrun AR SE MSi, serta pemateri terakhir dalam diskusi tersebut Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo yang lebih intens menjelaskan perbedaan antara produk jurnalistik dan produk-produk medsos.

Dalam agenda tersebut dihadiri pula perwakilan BNPT, Kapolda Sulteng, Korem 132 Tadulako, Pemred Radar Sulteng, dan Ketua Dewan Pers.(slm/adv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.