Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

FKK Migas-KKKS Kalsul Gelar Webinar

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Melalui Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Forum Koordinasi Kehumasan (FKK) 2021 SKK Migas-KKKS Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) kembali menggelar dialog secara vitual melalui akun Youtube Balikpapan Tv, Rabu (3/11/2021).

Dialog bertema “Seni Membangun Kemitraan Dengan Pemangku Kepentingan” ini menghadirkan dua narasumber, yakni Executive Director ID COMM, Sari Soegondo, S.Sos, M.Si dan Founder & CEO Partnership ID , Yanti Triwadianti,BSc., M.Phil.

Diawali sambutan Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi, Azhari Idris, mengatakan, membangun komunikasi dengan semua stake holder yang merupakan urusan binis SKK Migas untuk akan memberikan kesan positif kepada masyarakat.

Dengan membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan, kesan positif kepada masyarakat bisa terbangun dengan baik. Untuk itu pentingnya diskusi virtual “Seni Membangun Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan” sangat membantu kehumasan dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. “ Terima kasih kepada dua narasumber yang berpengalaman dan bisa memberikan pengetahuan kepada para peserta dialog virtual ini,” ujarnya.

Azhari Idris berharap dari webinar ini perserta dapat meningkatkan kemampuan kehumasan SKK Migas untuk membangun komunikasi yang baik kepada semua steakholder.

“Humas menjadi alat organisasi dalam menciptakan, memelihara, meningkatkan, dan memperbaiki citra di masyarakat. Untuk itu mari kita saling bersinergi,”ujarnya.

Founder dan Executive Director ID COMM, Sari Soegondo. S.Sos, MSi, dalam paparan materinya menjelaskan, dalam membangun kemitraan tentu yang harus dilakukan ada beberapa hal penting, seperti harus tahu dulu siapa-siapa saja pemangku kepentingan yang akan selalu berinteraksi dengan kebutuhan organisasi kita.

Dengan demikian barulah membangun komunikasi setelah mengetahui objek pemangku kepentingan. “Jadi kita harus tahu dulu siapa pihak-pihak yang berkepentingan yang akan bersinergi dengan kita. Agar saat berkomunikasi bisa lebih nyambung,” jelasnya.

Selain itu harus memahami tahapan-tahapan sebelumnya melakukan komunikasi dengan pemangku kepentingan, mulai dari melakukan identifikasi atau membuat daftar, apa yang menjadi pokok pembahasan, siapa-siap pemangku kepentingan, dimana, kapan, bagaimana.

Selanjutnya melakukan analisa, masukan atau harapan dari pihak-pihak pemangku kepentingan untuk selanjutnya dapat mengambil langkah selanjutnya. “Yang terpenting adalah bagaimana terus melakukan sosialisasi, melakukan hal yang relevan dengan memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan dengan menyesuikan diri dalam membangunan komunikasi dengan para pemangku kepentingan,” jelasnya.

Sementara Founder dan CEO Patnership ID, Yanti Triwadiantini, BSc., M.Phil, dalam paparan materinya menjelaskan, prinsip dasar membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan, dengan adanya motivasi kemitraan, akses kepada sumber daya, memperoleh jangkauan, skala, dampak yang lebih luas, memberikan legitimasi.

Yanti Triwadiantini mengatakan, dengan membangun atau memperbaiki reputasi akan bisa meningkatkan harapan para pemangku kepentingan mengenai transparansi dan akuntabilitas.

“Siapapun yang bertugas membangun/mengelola kemitraan harus bisa berinteraksi dengan mitra-mitra, memiliki inisiator, promotor, katalis, negotiator, koordinator, mediator dan edukator,” ujarnya. (*/ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.