FKIP Untad Gelar Dies Natalis ke 57 dan Seminar Pendidikan

- Periklanan -

PALU-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako (Untad) Palu pada 12 September 2021 menggelar Seminar Pendidikan yang dirangkaikan dengan Dies Natalis yang ke 57, di sebuah hotel di Kota Palu, Senin (13/9). Penyelenggaraan Dies Natalis menaati protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang ketat.

Seminar pendidikan ini menampilkan pembicara tunggal Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diwakili Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Yudiawati V. Windarlusiana, SKM., M.Si. Membahas kebijakan pendidikan di Sulawesi Tengah.

Seminar Pendidikan dan Dies Natalis dibuka oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Mahfudz, yang hadir secara virtual bersama dengan beberapa pimpinan Untad, para alumni yang tersebar di beberapa provinsi, kabupaten dan kota se Indonesia, diantaranya Bupati Morowali Drs. Taslim, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Sumatera Utara Parulian Nasution, Ketua Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), juga di luar negeri di Thailand, Vietnam, dan Philipina.

Rangkaian acara, didahului dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia pelaksana Seminar Pendidikan dan Dies Natalis FKIP Untad ke 57 Dr. Jamaluddin, M.Si. Pada momentum penyelenggaraan Dies Natalies FKIP Untad ke 57 tahun ini, kata Jamaluddin, digelar Seminar Pendidikan yang telah terselenggara dengan baik dan lancar.

“ Selain kami menggelar Seminar Pendidikan seperti hari ini, kami juga mengemas berbagai kegiatan antara lain, lomba penyusunan media pembelajaran, lomba video tutorial pembuatan poster dengan tema FKIP Peduli, lomba video tiktok bertemakan pendidikan yang diikuti oleh para mahasiswa, lomba video mengajar dengan berbasis case metode dan project based learning (PJBL), lomba video cipta baca puisi, lomba pidato bahasa Inggris, lomba olahraga tenis meja yang diikuti para dosen, lomba video stand up comedy, lomba catur, lomba video mengajar program Kampus Mengajar, dan lomba penataan kantor, “ jelas Jamaluddin dalam laporannya.

Doktor Jamaluddin juga mengatakan pihak FKIP Untad di kesempatan Dies Natalis ke 57 akan memberikan penghargaan kepada para mantan Dekan FKIP, dan juga buat dosen yang memasuki masa purnabhakti. Seperti diketahui, FKIP sudah 12 kali berganti Dekan dalam sejarahnya. Dekan pertama FKIP Untad adalah Drs. H. Amir Kadir. Sedangkan Untad berdiri secara resmi pada 18 Agustus 1981, dengan Rektor pertamanya Prof. Dr. Matulada.

Rektor Untad, Prof. Dr. Mahfudz, dalam sambutannya di acara Dies Natalis FKIP Untad ke 57, mengatakan kemajuan sebuah institusi pendidikan, dalam hal ini FKIP Untad itu ibarat sebuah pohon. Yang namanya pohon berarti ada cabang dan rantingnya. Karena itu Rektor berharap dari hasil produksi pohon ini bisa menghasilkan buah yang berkualitas.
Menurutnya, modal besar dari sebuah universitas itu adalah Fakultas yang di dalamnya ada beberapa program pendidikan (Prodi).

“ Dukungan penuh dari para dosen dan tenaga kependidikan, hingga menghasilkan lulusan yang sangat bermutu. Ini memberikan kekuatan dan semangat bagi kita semua, sivitas akademika FKIP Untad, dan Universitas Tadulako secara keseluruhan, “ kata Rektor.

Rektor sangat mengapresiasi, penyelenggaraan Dies Natalis FKIP Untad ke 57 yang penuh dengan inovasi dan kreatifitas hingga terselenggara dengan baik, mengusung tema sederhana “ Insya Allah FKIP Untad Maju.” Sangat inspiratif, meskipun digelar secara sederhana.

- Periklanan -

“ Insya Allah FKIP kedepan semakin maju. Semoga peningkatan ini diikuti juga dengan sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang yang ada di FKIP. Termasuk juga persoalan akademik yaitu kualitas Prodi berupa akreditasi harus dijaga dan ditingkatkan, “ tegas Rektor.

Rektor juga mengharapkan keberlangsungan kenaikan jabatan fungsional bagi dosen, sebab ada dua orang dosen FKIP yang akan memasuki masa purnabhakti. Semoga akan lahir guru-guru besar yang baru.

Sementara itu, Dekan FKIP Untad, Dr. Ir. Amiruddin Kade, S.Pd., M.Si, dalam sambutannya mengatakan, sangat merespon dengan baik apa yang disampaikan oleh Rektor Untad Prof. Mahfudz, terutama untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dosen dan lulusan mahasiswa FKIP Untad.

Menurut Dekan Amiruddin Kade, dirinya memiliki visi dan misi yang sangat tinggi untuk kebutuhan saat ini, yaitu menjaga kualitas prodi yang memiliki akreditasi A, dan akan mengikuti akreditasi berikutnya bagi beberapa prodi lainnya yang ada di FKIP.

“ Saat ini FKIP memiliki 10.854 orang mahasiswa, dan memiliki dosen 317 orang, ditunjang 107 orang tenaga kependidikan. Ini berarti hampir 12 ribu warga kita yang ada di FKIP. Insya Allah FKIP Untad maju dan terus meningkat kualitasnya, “ tandas Dekan.

Dikatakannya, FKIP terus mengembangkan dirinya, memantapkan sumber daya manusia (SDM), dengan konsep Kampus Mengajar. Merdeka Belajar. Kampus Merdeka.

“ Sudah terakreditasi A tiga prodi. Kami juga tengah mengusulkan lagi prodi lainnya untuk akreditasi A. Selanjutnya program kami pada tahun 2023 kami ajukan akreditasi untuk Prodi Fisika dan Kimia. Ini perlu untuk melakukan peningkatan kualitas. Ditambah lagi dua Prodi baru yakni Pendidikan IT (teknologi informasi) dan Pendidikan Magister Keolahragaan. Kenapa kami lakukan ini, karena dari 500 guru oleh raga yang ada di Sulteng, rata-rata masih berpendidikan S1. Makanya perlu ada peningkatan strata pendidikannnya, “ seru Dekan.

Bahkan programnya di masa yang akan datang bukan hanya itu, tandas Dekan lagi, tetapi akan melakukan akreditasi di tingkat internasional. Hingga FKIP berstandar internasional.

Sedangkan untuk dosen yang mau naik pangkat, kata Dekan, cukup siapkan saja dos. Maksudnya siapkan berkasnya dan dikemas dalam dos. “ Jadi tidak perlu repot-repot. Fakultas sudah menyiapkan itu semua, kelancaran mengurus, adminsitrasinya. Karena kami tahu bapak ibu dosen pasti banyak kesibukannya. Hingga kami harus memberikan pelayanan seperti ini, “ pungkas Dekan.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.