Fitnah dan Pembunuhan Karakter

Hendrik Gary Lyanto Lapor Balik Pengacara ISDN ke Mabes Polri

- Periklanan -

PALU – Dianggap mencemarkan nama baik Hendrik Gary Lyanto, terkait tuduhan pengacara ISDN melakukan perbuatan pidana penipuan, giliran Hendry Gary Lyanto resmi melapor balik pengacara pihak ISDN Resources ke Mabes Polri.
Kuasa hukum Hendrik Lyanto, Laode M. Sabur SDH, MH H, bersama H. Tjabani, Sabtu siang (9/3) di Kota Palu mengatakan, tuduhan yang disampaikan pengacara ISDN melalui pressrelease yang ramai dikirimkan ke sejumlah redaksi media cetak dan elektronik dan kemudianl ramai diberitakan media cetak maupun elektronik adalah perbuatan pencemaran nama baik terhadap Hendrik Lyanto. “Ini sudah jelas upaya untuk merusak nama baik Hendrik Lyanto. Apalagi dalam pressreleasenya, pengacara ISDN menyebut Hendrik Lyanto sebagai Caleg Gerindra Sulteng yang tidak ada sangkutpautnya dengan bisnis yang dijalani Hendrik Lyanto saat ini,” tegas Laode M. Sabur.
Atas apa yang sudah dilakukan pihak pengacara ISDN Laode M. Sabur menegaskan, pihak Hendrik Lyanto telah resmi melaporkan pihak pengacara perusahaan ISDN ke Mabes Polri, dengan laporan polisi, Nomor: STTL/199/II/2019/BARESKRIM. Tanggal 6 Maret 2019. Telah melaporkan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Elektronik UU Nomor 19 Tahun 2016, tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (3). Pencemaran nama baik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310, Fitnah UU Nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 311. Dengan terlapor Anthony James Harap, SH pekerjaan Advokat. “Sudah kami laporkan balik pihak pengacara ISDN ke Mabes Polri dengan laporan pencemaran nama baik,” ujarnya.
Lebih jauh Laode M. Sabur, menjelaskan Perkara yang dilaporkan pengacara ISDN tidak sesuai fakta sebenarnya. Dimana sebelumnya kedua belah pihak telah menandatangani Memorandum of Understanding MoU antara Hendrik Gary Lyanto dan Soebali Sudjie selaku owner atau pemegang saham PT. Gema Energy Indonesia, PT. Bun Yan Hasanah, PT. Bawo Kekal Sejahtera Internasional, PT. Cremona Utama dan PT. Mega Abadi Mining.
Dalam MoU dipoint 9 tersebut dengan jelas dan terang benderang disebutkan bahwa dana sebesar US$ 2,500,000.00 atau dua juta lima ratus ribu dollar Amerika Serikat adalah sebagian modal kerja yang dibayar dimuka yang akan diatur lebih rinci perjanjiannya dalam Perjanjian Operasional (Operation Agreement) dan Perjanjian Opsi (Option Agreement);
Dengan dana sebesar US$ 2,500,000.00 tersebut selain disebut sebagai uang muka atau “down payment” sebagaimana disebutkan dalam MOU point 9, juga disebutkan sebagai pembayaran awal atau “initial payment” dan untuk jaminan pembayaran awal atau uang muka, yang dijadikan jaminan sebagaimana yang diatur dalam MOU point 10 tentang “Security” adalah saham milik penjual dalam hal ini Hendrik Gary Lyanto dan Soebali Sudji selaku pemilik saham PT. Bun Yan Hasanah, PT. Gema Energi Indonesia (Tergugat IV) dan PT. Atman Bumi Sejahtera dan juga jaminan berupa biji mineral (mangan).
ISDN Resources Pte telah melakukan due diligence atau pemeriksaan pendahuluan dan melakukan kunjungan ke lokasi tambang. Adapun mengenai informasi tentang kondisi tambang juga ISDN Resources Pte telah melihat dan mempelajari Laporan Akhir sebagai hasil penelitian dari Konsultan Pertambangan yakni Rancabulan Penjuru Mineral Consulting yang dibuat pada bulan Januari 2014 tentang Perhitungan Sumberdaya Mangan (Mn) IUP PT. Gema Energi Indonesia Dan IUP PT. Bun Yan Hasanah.
Laode M. Sabur menjelaskan lagi, dengan telah dilakukannya pemeriksaan awal dan melakukan kunjungan ke lokasi tambang, serta telah mengetahui secara lengkap informasi atau data tentang konsdisi tambang sesuai dengan Laporan dari Konsultan Pertambangan yang bernama Rancabulan Penjuru Mineral Consulting selaku Konsultan Pertambangan sebagaimana tersebut diatas. Selanjutnya ISDN Resources Pte menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) pada tanggal, 3 September 2014 dan bersamaan dengan penandatanganan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement pada tanggal 3 September 2014.
Atas dasar ISDN Resources Pte telah melakukan due diligence, kunjungan ke lokasi tambang dan telah melihat dan mempelajari Laporan Akhir Perhitungan Mangan tersebut, kemudian ISDN Resources Pte dengan PT. Gema Energi Indonesia dan PT. Bun Yan Hasanah menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) dan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement pada tanggal yang sama yakni tanggal 3 September 2014. Sehingga kemudian ISDN Resources Pte memberikan atau membayar uang muka (down payment / initial payment) sebesar US$ 2,500,000.00 (dua juta lima ratus ribu dollar Amerika Serikat) adalah sebagian modal kerja yang dibayar dimuka.
Dalam perjalannya, pihak ISDN Resources Pte tidak akan menandatangani Option Agreement (Perjanjian Opsi Untuk Jual Beli Saham/Option Agreement For Sale and Purchase of Shares) dan Perjanjian Pengelolaan Pertambangan / Mining Operation Agreement dan membayar uang muka atau pembayaran awal (initial payment) US$ 2.500,000.00 tanpa dilakukan due diligence terlebih dahulu, dan tanpa melakukan kunjungan ke lapangan dan mempelajari hasil penelitian Konsultan Pertambangan tersebut.
Sebelumnya, melalui pengacara pihak ISDN Resources Pte telah mengajukan gugatan Perdata kepada Hendrik Gary Lyanto (Tergugat I), Soebali Sudjie (Tergugat II) , PT. Gema Energi Indonesia (Tergugat IV) dan PT. Bun Yan Hasanah (Tergugat III) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sesuai perkara Nomor : 338/Pdt.G/2018/Jkt.Pst.
Fakta hukumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili perkara perdata tersebut memutuskan menyatakan gugatan dari pihak ISDN Resources Pte tidak dapat diterima. Atas kekalahan ISDN Resources Pte tersebut kemudian ISDN Resources Pte mengajukan upaya hukum banding. “Ini sudah jelas putusan hukumnya bahwa Pihak ISDN kalah dalam kasus Perdatanya,” tegas Laode.
Sebelumnya melalui kuasa Hukum Pelapor Perusahaan ISDN yang diwakili Mr Teo Cher Koon, menyebutkan klien mereka telah mengalami kerugian baik secara materiil atas tidak dikembalikan dana tersebut maupun imateriil akibat tidak terlaksananya kerjasama tersebut. Sehingga melaporkan Hendrik Gary Lyanto ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri atas dugaan Tindak Pidana Pasal 378 Tentang Penipuan, 372 Tentang Penggelapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Tindak Pidana Pencucian Uang. (*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.