alexametrics Figur Kepala Daerah Berasal dari Keterwakilan Wilayah – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Figur Kepala Daerah Berasal dari Keterwakilan Wilayah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Salah satu tokoh pemuda Buol, yang kini tinggal di Kota Palu, Wahid Tarim, mengemukakan pendapatnya soal figur calon pemimpin kepala daerah masa depan di Kabupaten Buol, yang akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tahun 2022 nanti.

Kepada Radar Sulteng, Wahid Tarim menjelaskan bahwa figur pemimpin Kabupaten Buol kedepan adalah generasi muda yang berpikiran maju, dan adanya keterwakilan wilayah (geografis). Dengan mencakup sekitar 110 ribu pemilih.

“ Sangat mudah untuk bertarung di Kabupaten Buol. Itu semua terakumulasi dalam sebuah keterwakilan wilayah atau geografis, dari satu pasangan calon kepala daerah. Baik itu calon Bupatinya maupun calon Wakil Bupatinya, “ tuturnya.

Dia mengatakan hubungan kekeluargaan masih sangat kental dan kuat di Kabupaten Buol.

“ Hubungan kekeluargaan yang sangat kokoh inilah yang membuat daerah ini menarik. Dimana daerah ini memiliki keunggulan yang khas yaitu pertanian, dan perikanan, serta tambang galian C, dan tambang emasnya, serta perkebunan kelapa dalam dan kelapa sawit, “ paparnya.

Menurutnya, bakal calon kepala daerah di Kabupaten Buol harus memenuhi satu target, yaitu bagaimana memajukan daerahnya untuk bersaing dengan daerah-daerah lain yang sudah lebih dulu maju.

“ Satu targetnya bila ingin maju menjadi kepala daerah, yaitu memajukan daerah Kabupaten Buol sejajar dengan daerah lain yang sudah maju, “ tegasnya.

Karena itu, ia mengingatkan juga, siapapun yang akan maju harus melakukan pendekatan-pendekatan ke dalam tubuh partai yang ada. Misalnya, bila dia seorang birokrat harus mendekati orang-orang partai. Begitu juga sebaliknya, orang-orang partai melirik orang-orang birokrasi yang memiliki manejerial yang teruji untuk membangun daerah, yang bisa mengatasi pembangunannya kedepan.

“Saya kira apa yang sudah ada itu kita majukan, bukan dengan cara memangkas atau merubah kebijakan pembangunan yang sudah ada. Apalagi masalah keuangan saat ini sangat berat, lantaran Covid-19, “ tegasnya.

Dia juga mengatakan, orang maju adalah untuk pengabdian. Selaku kader dari politisi Muhiddin Said, dirinya selalu terkenang dengan nasehat Haji Muhiddin yang selalu menginginkan calon kepala daerah itu menjadikan jabatan sebagai lahan pengabdian.
“ Jadi, kalau kita ingin maju, jadikan jabatan itu sebagai sebuah ladang pengabdian bagi ummat dan masyarakat luas, “pungkasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.