Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

FK dan FKM di Untad Segera Berdiri Sendiri

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penandatanganan MoU antara He Run He Hospital Wuhan China dengan Untad, beberapa waktu lalu. (Foto: Humas Untad)

PALU – Dalam waktu dekat ini dua Fakultas di Universitas Tadulako (Untad) yakni Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) akan dilaunching. Jika tidak ada kendala teknis akan dilakukan Senin (17/7) mendatang.

Berdasarkan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2017 tertanggal 20 Juni 2017, maka FK dan FKM sudah berdiri sendiri setelah sebelumnya bernama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Diagendakan pada peresmian nanti, Rektor Untad Prof Dr Ir H Muhammad Basir Cyio SE MS, akan melantik kembali Dekan FK dan melantik Dekan FKM. Seiring perkembangan FK dengan Program Studi Pendidikan Dokter sejak resmi berdiri pada 26 Januari 2012 terus melesat.

Sebelumnya merupakan program studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Meskipun begitu, dalam waktu yang tidak terlalu lama sejak resmi berdiri pada awal 2012, FK kini telah memiliki Rumah Sakit Tadulako.

FK Untad juga tercatat sebagai fakultas yang paling diminati oleh para calon mahasiswa baru. Baik yang mendaftar melalui jalur SNMPTN maupun SBMPTN. Sesuai data yang masuk, jumlah peminat yang terus naik dari tahun ke tahun itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam perjalanannya kurang lebih lima tahun terakhir, Fakultas Kedokteran Untad telah melakukan kerja sama dengan beberapa fakultas kedokteran dari perguruan tinggi ternama di luar negeri.

Kerja sama yang dilakukan itu antara lain dengan Fakultas Kedokteran Newcastle University Australia, Missisipi University USA, Washinton University USA, Western Kentucky University USA, He Run He Hospital WUHAN China, dan beberapa fakultas kedokteran dan rumah sakit ternama lainnya.

Kerja sama yang telah dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Untad itu memiliki beberapa tujuan, di antaranya pengembangan sumber daya akademik dosen FK, riset collaboration, international publication, dan student exchange.

Wakil Dekan Bidang Akademik FK Untad, Dr dr Muh Sabir MSi, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dokter Muh Ardi Munir SpOt MKes FICS MH mengatakan bahwa selain rasa syukur atas terbentuknya FKM yang lahir dan FKIK dan terbentuknya Fakultas Kedokteran, ke depan Fakultas Kedokteran akan lebih giat lagi dalam membangun kolaborasi dan kerja sama dengan rumah sakit dan fakultas kedokteran lainnya, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Berkenaan soal kerja sama internasional, bagi Fakultas Kedokteran, kata Dokter Sabir, tinggal memperluas area-area kerja sama. Hal ini karena selama ini hampir semua MoU yang telah disepakati telah berjalan dengan baik.

Menurut Dokter Ardi, sekembalinya dari Western Kentucky University, telah diprogramkan kerja sama di bidang penelitian kedokteran tropis.

“Insya Allah September atau Oktober tahun ini, mungkin kami akan ke Eropa, khususnya di Polandia, termasuk University of Life Science di Praha,” kata Dokter Ardi.

Menyinggung soal kerja sama rumah sakit, pada dasarnya FK Untad telah menjajaki Goettingen University Jerman. Ketika ditanya terkait perguruan tinggi di Jepang, Dokter Ardi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan simposium kedokteran tingkat internasional di Hokkaido University.

“Ini semua dilakukan demi kemajuan Fakultas Kedokteran Untad karena merupakan komitmen kami bersama untuk melahirkan dokter-dokter yang terampil dan unggul di bidangnya. Dalam waktu dekat juga, sebanyak 38 orang dokter baru akan diambil sumpahnya. Jumlah 38 orang dokter baru ini merupakan hasil kelulusan UKMPPD yang diikuti oleh 39 orang atau dengan persentase kelulusan sebanyak 97,43 persen,” jelas Dokter Ardi.

Berdasarkan catatan yang ada, sejak kepemimpinan Rektor Prof Basir Cyio pada Maret 2011, sudah terdapat lima fakultas yang resmi dibiayai oleh Negara setelah tercantum dalam Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Untad Nomor 73 Tahun 2012, termasuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang selama tujuh tahun hanya berdasarkan Surat Keputusan Rektor.

Demikian pula Fakultas Kehutanan yang selama lima tahun juga hanya berdasarkan Surat Keputusan Rektor. Namun sejak periode pertama Rektor Untad, Prof Basir Cyio, kedua fakultas tersebut telah menjadi fakultas yang dibiayai oleh Negara karena telah masuk dalam OTK yang disetujui oleh Pihak Menpan bersamaan dengan Fakultas Peternakan dan Perikanan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

Kini, ke semua fakultas itu, baik Fakultas Kedokteran maupun Fakultas Kesehatan Masyarakat, semuanya telah mendapatkan persetujuan Menpan sehingga praktis lima fakultas itu tidak lagi menjadi beban dana BLU tetapi sudah ditanggung oleh APBN.

Sejak masa kepemimpinan Prof Basir Cyio, dengan disetujuinya OTK pada 20 Juni 2017, tercatat OTK Untad telah dua kali berubah. Perubahan pertama terjadi pada tahun 2012 atau 23 tahun sejak OTK Untad terakhir kali diubah pada tahun 1989. (egi/*)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.