Fadli Zon Lantik Pengurus DPW IKM Sulteng

- Periklanan -

PALU – Syahdu terdengar nyanyian lagu Minangkabau di Rumah Gadang, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore. Saat itu, tengah pembukaan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Sulawesi Tengah periode 2019-2024, sekaligus pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKM Kabupaten Banggai dan IKM Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKM, Dr H Fadli Zon SS MSc, terlihat hanyut dalam lirik lagu yang mengingatkan kampung halaman bersama seluruh keluarga besar perantau Minang di Sulteng, Senin kemarin. Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola MSi turut hadir pada kegiatan itu bersama istri, Zalzulmida Aladin Djanggola SH CN, yang kebetulan warga Minang.
Pada kesempatan itu, Fadli Zon yang juga Wakil Ketua DPR RI ini, melantik Prof Dr Ramadanil Pitopang MSi sebagai Ketua DPW IKM Provinsi Sulteng, Nasrul sebagai Ketua DPD IKM Parimo serta Mustafa Baring sebagai Ketua DPD IKM Banggai. Sebagai ciri khas, Ketua DPP IKM, Fadli Zon mengawali sambutannya dengan pantun berbahasa Minang. Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPR RI ini mengakui rasa bangganya pada seluruh keluarga besar Minang yang berada di Sulteng.
“Atas nama DPP IKM kami mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru saja dilantik. Mudah-mudahan para pengurus ini dapat bermanfaat bagi perantau Minang yang ada di Sulawesi Tengah dan tentu saja bermanfaat bagi masyarakat di Sulawesi Tengah sendiri,” kata Fadli Zon.
Merantau lanjut Fadli Zon, merupakan tradisi orang Minang. Kata dia, lebih banyak orang Minang yang keluar merantau daripada yang tetap berada di ranah Minang. Bahkan Fadli sempat berkelakar dengan menyebut jika saja ada penerbangan ke bulan, bisa saja di bulan sudah ada rumah makan masakan Padang. Makanya sambung politisi Gerindra ini, salah satu upaya untuk mempererat persaudaraan di tanah rantau adalah dengan berkumpul di IKM.
“Agar bisa saling mengenal, saling membantu dan saling menolong selain di lingkungan sekitar juga bagi masyarakat di Sumatera Barat yang selalu teringat. Karena kalau sudah tidak ingat lagi pada kampung halaman, biasanya jadi Maling Kundang,” ucap Fadli Zon disambut gelak tawa.
Fadli juga memuji keberhasilan IKM Sulteng yang sebelumnya masih bersifat lokal yakni IKMST (Ikatan Keluarga Minang Sulawesi Tengah). Meski dulu masih bersifat lokal, namun kata Fadli, keluarga besar Minang di Sulteng sudah solid. Salah satu buktinya kata dia adalah dengan adanya Rumah Gadang di Palu, yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
“IKM ini datang dari bawah. Tumbuh dari bawah. Dan atas inisiatif dari bawah. Sebelum kita mempunyai gagasan untuk menghimpun seluruh IKM-IKM yang ada, supaya kita saling mengenal. Tidak berdiri sebagai satuan-satuan kecil. IKM sudah tumbuh dan hidup dimana-mana. Kita berharap ke depan, IKM yang ada di seluruh Indonesia, bisa bersatu, bisa saling membuka network jaringan, apalagi kita di era globalisasi. Dan bahkan ada IKM-IKM yang ada di luar negeri. Di Malaysia, di Arab Saudi, di Qatar dan beberapa negara lain,” kata Fadli menjelaskan.
Pada kesempatan itu, Fadli juga menyerahkan bantuan DPP IKM kepada pengurus DPW IKM Provinsi Sulteng senilai Rp134 Juta. Ketua DPW IKM Provinsi Sulteng, Prof Ramadanil kepada Radar Sulteng menjelaskan, DPW IKM Provinsi Sulteng merupakan hasil pengembangan dari IKMST yang dulunya hanya bersifat lokal di Sulteng agar bisa saling terhubung dengan keluarga-keluarga Minang dari daerah lain di seluruh wilayah.
“Dengan model yang baru ini, ada di pusat dan setiap provinsi, itu akan memperluas komunikasi network sesama orang-orang Minangkabau yang ada di perantauan,” kata Prof Ramadanil.
Akademisi Universitas Tadulako ini menambahkan, adanya perkumpulan seperti ini akan sangat membantu sesama perantau. Dia mencontohkan, saat musibah tahun lalu. Kebersamaan sesama Minang sangat terasa. Sesaat setelah kejadian, banyak bantuan dari sesama Minang yang berdatangan ke Palu. Rumah Gadang kata dia bahkan dijadikan posko relawan untuk bisa saling membantu sesama.
“Program pertama kami akan rapat pengurus dulu untuk penyusunan program kerja masing-masing biro. Yang terpenting kegiatan yang sudah pernah dilakukan di sini, misalnya pertemuan bulanan dan pengajian. Kemudian tarwih bersama. Kemudian juga pepatah Minang menyebut, kaba baik ba himbauan, kaba buruk ba hambawan, itu maksudnya kalau ada kabar baik, kita kasi tahu saudara-saudara semua untuk datang. Misalnya menikah. Kalau kaba buruk bahambawan itu, kalau ada yang meninggal atau sakit, otomatis langsung datang untuk bersama-sama meringankan bebannya,” jelas dosen FMIPA Untad ini.
Gubernur bersama istri Zalzulmida A Djanggola pada kesempatan itu juga dijadikan Dewan Pembina DPW IKM Provinsi Sulteng. Hadir juga pada kesempatan itu, Sekretaris Jenderal DPP IKM, Ir Nefri Hendri MT. Seluruh yang mendapat hiburan tari pasambahan yang dimainkan 9 orang gadis Minang sebagai penghormatan bagi tamu, serta tari piring yang dilakukan 4 orang diiringi tabuhan gendang. (saf/exp)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.