Evakuasi Mobil Avanza yang Terjun ke Sungai Menunggu Debit Air Turun

- Periklanan -

Inilah mobil Toyota Avanza warna putih yang “terjun bebas” ke dasar Sungai Palu Senin (24/7) kemarin sekitar pukul 13.00 Wita. (Foto: facebook.com/Iwan)

PALU- Penangkapan lima pelaku pencurian yang terungkap saat peristiwa mobil bernomor polisi DD 1470 VU tercebur di Sungai Palu Senin (24/7), kini kasusnya sementara diproses Polres Palu.

Polisi terus melakukan pengumpulan barang bukti. Termasuk rencana evakuasi mobil Avanza warna putih yang kini masih berada di dasar Sungai Palu, sekitar Jembatan I.

Diduga kuat, mobil itu digunakan para pelaku ketika melakukan pencurian dan pembobolan brankas Kampus STIK-IJ Palu dan Kampus IAN Palu. Makanya, evakuasi mobil segera dilakukan untuk menguatkan bukti keterlibatan para pelaku.

- Periklanan -

Kanit Krimum Polres Palu, Ipda Fahat Bafadal, di ruang kerjanya Rabu (26/7) kemarin menjelaskan, Sat Reskrim Polres Palu sangat membutuhkan barang bukti mobil itu yang kini masih berada di dasar Sungai Palu. ”Di dalam mobil, kami menduga masih ada barang-barang hasil curian, atau alat yang mereka pakai saat beraksi,” yakin Fahat.

Untuk evakuasi mobil, pihak Reskrim masih melakukan koordinasi dengan Sat Lantas untuk melakukan evakuasi secepatnya. “Kami masih mempertimbangkan debit air sungai. Karena  masih tinggi sampai sekarang.  Itulah jadi kendala kami. Mungkin dua atau tiga hari ke depan, baru kami evakuasi mobilnya,” kata Fahat.

Kelima pelaku berinisial LA, HL, AL, RI, dan RB, saat ini masih dalam pengembangan. Dari keterangan salah seorang pelaku yang diketahui berstatus mahasiswa di salah satu kampus di Makassar, mobil yang dipakai itu mobil rental di Makassar. Disewa dengan jangka lima hari. “Baru tiga hari mereka sewa, mobilnya sudah tercebur. Karena sebelum kejadian, mereka sudah siap-siap balik ke Makassar. Tapi sial, mereka tertangkap duluan,” ungkapnya.

Menurut Fahat, pelaku inisial RB bukan pencuri kelas teri. Sebab melainkan sudah melakukan aksinya di beberapa provinsi di Indonesia. RB berasal dari Pulau Jawa dan merupakan spesialis pembobol rumah dan brankas uang. “Yang kita tangkap di Terminal Tipo, sering dipanggil abang oleh keempatnya. Dia pelaku kejahatan lintas provinsi. RB sendiri juga mengakui pernah melakukan aksi serupa di Jakarta dan beberapa provinsi lain di Pulau Jawa. Tapi RB sudah lama “bermain” di Makassar dan mencoba menggarap Palu,” ujarnya. (who).

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.