alexametrics Es Cendol Sagu yang Menggairahkan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Es Cendol Sagu yang Menggairahkan

Melihat Kuliner Khas Tawaro di Tanah Poso

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

SAGU adalah sebuah tumbuhan dalam bentuk pohon dan berbatang keras seperti kelapa atau palem. Pohon sagu bila diolah sesuai dengan peruntukannya akan menghasilkan sebuah tepung sagu, yang bisa dimanfaatkan menjadi berbagai makanan atau penganan. Bagaimana aplikasi pohon sagu hingga menjadi bahan pangan di tengah masyarakat. Kita lihat dulu olahan kuliner cendol sagu di Poso.

MUCHSIN SIRADJUDIN/POSO

MASYARAKAT di Kabupaten Poso juga tidak mau ketinggalan dengan makanan penganan khasnya cendol dari bahan dasar sagu. Masyarakat di sini juga mengembangkan kuliner tradisional ini. Beberapa masyarakat yang berusaha di unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kota Poso, Kabupaten Poso selalu menjajakan cendol sagu atau biasa disebut oleh masyarakat setempat cendol tawaro.

Bila anda datang di Kota Sintuwu Maroso jangan lupa mencicipi kuliner khas ini. Tentu ada yang bilang, “ahh sama kan dengan daerah lain, “. Tetapi selalu ada yang beda yaitu dikemasan dan cara mengolahnya.

Kalau anda penasaran, datang saja ke Kota Poso, semoga bisa ketemu dengan cendol sagu atau cendol tawaro khas Poso. Sebentar lagi kita umat muslim akan melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Penganan cendol sagu akan terasa nikmat, dan Insaya Allah buka puasa kita barokah. Aamiin.

Seorang penjaja kuliner cendol sagu keliling, Achmad, sudah belasan tahun menjajakan kuliner ini di Kota Poso. Dan dagangannya ini laris manis, karena memikat di lidah para penikmat cendol sagu yang masih gurih dan bersih.

“ Sagu ini berasal dari wilayah Kabupaten Poso. Silakan anda cicipi, bagaimana rasa dan gurihnya es cendol ini. Andapun pasti puas dengan manisnya rasa cendol dari sagu khas Poso, “ ucapnya.

Memang di beberapa daerah di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) banyak terdapat pohon sagu, ada yang sengaja ditanam dan ada pula yang hidup sendiri. Misalnya di Kabupaten Buol itu begitu banyak pohon sagu, hampir setiap desanya ada pohon sagu. Hingga masyarakatnya menjadikan sagu sebagai makanan pokoknya selain beras dan jagung.

Begitu juga di daerah Kabupaten Morowali, terlihat begitu banyak pohon sagu, dan dimanfaatkan oleh warga masyarakat setempat, sebagai pangan alternatif. Baik Kabupaten Buol maupun Kabupaten Morowali sama-sama memiliki tanah gambut yang subur. Di daerah ini dikenal masyarakanya sangat senang membuat makanan khasnya yang disebut popeda atau kapurung, dan sebagainya.

Juga di beberapa daerah lain di Sulteng, di Parigi Moutong (Parimo), Tolitoli, Sigi dan Morowali Utara (Morut), terlihat tanaman sagu masih menjadi tanaman alternatif, ada tanaman sagu tetapi bukan sebagai makanan pokok. Maklum saja sagu dibanding beras harus diolah terlebih dahulu untuk mendapatkan tepung sagu yang putih bersih.

Kembali ke tanah Poso, seorang Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Polisitik (Kesbangpol) Kabupaten Poso, Erawanto Timumun, sangat menyenangi makanan khas cendol sagu Poso.

“ Saya sangat suka dengan cendol sagu ini. Rasanya nikmat dan gurih. Kalau sudah minum cendol ini, rasa haus saya hilang dan segar kembali, “ tutur Erawanto.

Menurutnya, kuliner khas cendol sagu atau cendol tawaro ini harus dilestarikan, sebagai sebuah kekayaan sumber daya alam yang kita miliki.
“Cendol sagu merupakan sebuah kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di sebuah daerah, dan karena itu harus dilestarikan, “ tandasnya.

Memiliki sebuah makanan atau kuliner khas adalah sebuah rahmat dan kenikmatan yang diberikan oleh Tuhan kepada kita semua. Olehnya, dia berharap kekayaan alam yang ada janganlah dimusnahkan, perlu dilestarikan. Kepada para pegiat atau pelaku usaha kuliner cendol sagu, terbanyak adalah pelaku usaha UMKM, terus menggelutinya, jangan berhenti. Lestarikan sagu ini sebagai warisan lokal yang harus dikembangkan dan terus dihidupkan.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.