alexametrics Enam UMKM Unggulan Sulteng Meriahkan KKI – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Enam UMKM Unggulan Sulteng Meriahkan KKI

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Sulawesi Tengah turut memeriahkan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun 2020 seri 1. Sebanyak enam UMKM unggulan di Sulteng, ikut berpartisipasi pada event yang dilaksanakan Bank Indonesia ini. KKI secara resmi dibuka, Jumat kemarin (28/8) secara virtual. Pelaksanaan KKI merupakan bentuk dukungan gerakan nasional (Gernas) bangga buatan Indonesia (BBI). Pembukaan KKI 2020 diikuti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki serta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Di ruang Kasiromu Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Sulteng, Kepala KPw BI Sulteng, M Abdul Majid Ikram bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulteng, Eda Nur Ely, dan beberapa tamu undangan lainnya turut menyaksikan pembukaan KKI 2020 secara virtual.

“KKI untuk batch pertama ini lebih mengedepankan pada showcase,” jelas Kepala KPw Bank Indonesia Sulteng, M Abdul Majid Ikram kepada wartawan.

Olehnya kata dia, untuk batch pertama ini jumlah yang mengikuti juga terbatas. Dan telah mengikuti tahapan seleksi. Enam produk yang diikutkan pada KKI ini lanjut Majid, merupakan produk unggulan Sulteng yang siap bersaing di pasar digital.

“Ini kualitasnya udah bagus. Kita ingin menyampaikan perluasan pasarnya. Ini udah yang terbaik. Yang ikut ini diseleksi. Nanti kalau udah yang offline, semua binaan BI dan juga binaan dinas semua difasilitasi,” terangnya.

Meski penjualan bukan menjadi target pada KKI batch pertama sambung Majid, namun di dalam laman www.karyakreatifindonesia.co.id sebagai laman resmi KKI juga disediakan pilihan bisnis matching jika ada yang hendak melakukan transaksi.

“Ini upaya kita mempertahankan bahwa kita memiliki produk dengan kualitas terbaik. Mudah-mudahan di dalam bisnis matchingnya terjadi penjualan. Di batch ke dua dan ketiga sambil melihat situasi kalau memang dimungkinkan kita bisa offline. Baru kita ngejar target,” demikian jelas Majid. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.