Enam Penyakit Menonjol di Palu pada 2016

- Periklanan -

Ilustrasi penyakit ISFA

PALU – Berbagai macam penyakit selama tahun 2016 menyerang masyarakat Kota Palu. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (Ispa) berada di urutan teratas pada tahun 2016 sesuai data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu. “Dari data di 12 puskesmas, ada 36.668 orang penderita ispa,” ucap dr Royke Abraham, Kadis Kesehatan Palu yang baru dilantik Jumat kemarin.

Selain itu, sepanjang tahun 2016 juga ada beberapa jenis penyakit lainnya menonjol. Yakni penyakit maag (Gastritis) 17.705 kasus, penyakit sistem otot dan jaringan pengikat 12,913 kasus, kelainan susunan saraf 11.243 kasus, dan penyakit kulit alergi 10.513 kasus.

“Dari keenam penyakit paling menonjol, penyakit yang paling dominan adalah penyakit tidak menular,” ungkapnya.

Pembangunan kesehatan khususnya pemberantasan penanggulangan dan pengendalian penyakit menular dan tidak menular, selama tahun 2016   secara garis besar tantangan masih pada penyakit-penyakit klasik, yaitu penyakit-penyakit menular yang berbasis lingkungan.

“Hal tersebut disebakan oleh letak biografis palu diposisi lembah dengan angin dan curah hujan yang tidak merata, penyakitnya yitu diare, penyakit kulit, dan ispa,” katanya.

- Periklanan -

Dengan banyaknya debu yang berterbangan di Palu, masyarakat sangat mudah terserang ispa. Hingga saat ini ispa tetap menduduki peringkat nomor satu. Selain itu penyakit yang juga diwaspadai yakni penyakit demam berdarah. “Demam berdarah secara nasional. Kota Palu masih menjadi masalah dan masih menjadi penyakit endemis selama tahun 2016,” katanya.

Di tahun 2016, penyakit transisi epidemiologi bermunculan yaitu penyakit yang sangat berhubungan dengan gaya hidup. Yaitu penyakit tidak menular seperti hipertensi, kencing manis, maag, penyakit sistem otot, dan alergi. “Penyakit ini sangat berhubungan dengan perilaku masyarakat, gaya hidup sehat yang kurang, penyakit tidak menular dalah penyakt penyumbang kematian terbesar di tahun 2016, seperti hipertensi kasusnya semakin bertambah,” sebutnya.

Cara mencegah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh perilaku hidup sehat sangat mudah. Masyarakat hanya perlu berperilaku cerdik dan cinta sehat. Dinkes saat ini terus berupaya agar masyarakat sadar dan mau untuk memeriksakan kesehatan. “Cerdik yaitu, cek kesehatan secara berkala. Kemudian enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet yang seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres yang baik,” jelasnya.

Selama tahun 2016, untuk mencegah semakin tingginya kasus penyakit akibat perilaku hidup sehat,  Dinkes Palu melakukan sosialisasi melalui puskesmas, membagikan selebaran kepada masyarakat, melalui baliho, penyuluhan-penyuluhan langsung di masyarakat. “Untuk penekanan jumlah kasus kematian, kami melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait, termasuk kelurahan,” jelasnya.

Mencegah kasus semakin bertambah di tahun 2017 Dinkes berusaha memperkuat promotif preventif, untuk penyakit tidak menular bagaimana pelayanan pendeteksian dini kasus berbasis masyarakat dan kelurahan siaga. “Kami akan terus membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang kesehatan,” tambahnya lagi.

Royke juga menegaskan, yang terpenting dilakukan masyarakat agar penyakit-penyakit yang menjadi tingkat paling atas di tahun 2016 tidak ada lagi di tahun 2017, adalah berperilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. “Makan harus seimbang, jangan hanya makanan instan saja yang dimakan, karena darah tinggi penyumbang kematian terbanyak ditahun 2016,” himbaunya. (cr1).

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.