Enam Paket Proyek Jalan di Buol Molor

- Periklanan -

BUOL – Sebanyak 6 (enam) paket pekerjaan jalan, pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Buol yang bernilai miliaran rupiah tidak tuntas, alias perjanjian masa kontraknya habis per 31 Desember 2019.

Rata-rata paket yang dikerjakan di penghujung tahun itu, saat ini setiap kontraktornya diberi waktu 50 hari, sejak masa kontrak selesai untuk menyelesaikan hingga bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Pada bidang yang saya tangani ada enam paket pekerjaan yang menyeberang tahun, dan ini harus diselesaikan oleh kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek itu,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Buol, Moh. Arfan Arifin kepada Radar Sulteng, Kamis (23/1).

Dia mengatakan, keenam paket perkerjaan tersebut di antaranya jalan yang menghubungkan Desa Modo Kecamatan Bukal dengan Desa Duamayo Kecamatan Bokat, dengan nilai Rp 12 miliar.

- Periklanan -

Kemudian, proyek jalan mulai dari Kelurahan Kumaligon Kecamatan Biau  menuju Desa Air Terang Kecamatan Tiloan dengan anggaran sebesar Rp 8,8 miliar.

Serta, pemeliharaan jalan dalam kota beraspal hotmiks sebesar kurang lebih Rp 1 miliar. Pantauan Radar Sulteng, kesemua paket tersebut sementara diburu pekerjaannya oleh pihak kontraktor untuk menuntaskan sampai 100 persen.

Dijelaskannya, setiap perusahaan yang mendapat paket dengan masa kontrak habis tetap dikenakan denda seper seribu dari sisa pekerjaan yang belum selesai.

Jika dalam batas waktu yang ditentukan semua paket tidak selesai, maka perusahaan tersebut akan diblacklist dari daftar jasa kontraktor di lingkup Pemkab Buol. Tidak diikutkan lagi dalam tender berikutnya, termasuk orang yang terlibat dalam pekerjaan.

“Kita berharap, setiap kontraktor merasa bertanggungjawab atas pekerjaan dan selesai tepat waktu,” kata Moh. Arfan. (tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.