Enam Bulan Bisa Curi 72 Sepeda Motor

Pelakunya Belum Lama Keluar dari Penjara

- Periklanan -

PALU – Hukuman yang ringan bagi para pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) tampaknya tidak membuat mereka jerah. Ini pula yang dilakukan oleh pelaku berinisial FB alias RY serta FM alias F. Belum lama keluar dari penjara, setelah dihukum dalam kasus yang sama pada 2016 silam, keduanya kembali beraksi.

Tidak tanggung-tanggung, usai menjalani masa hukuman yang hanya 2 tahun dijalani di penjara, baik FB maupun FM kembali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor sebanyak 72 kali. Bila sebelumnya, kedua pelaku bekerja sendiri-sendiri, kini sudah berkelompok. Aksi tersebut, dilakukan para pelaku kurun waktu September 2018 hingga Maret 2019 atau sekitar enam bulan.

Keduanya dalam melakukan aksinya, bekerjasama dengan 4 orang pelaku lainnya. Penangkapan kedua pelaku tersebut, berawal dari laporan korban, yang sepeda motornya dicuri di Jalan Kosgoro, pada Februari lalu. Berbekal nama-nama para target operasi, Tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng, langsung bekerja selama sebulan untuk mengungkap komplotan ini.

- Periklanan -

Hasilnya, pada 23 Maret 2019, petugas mengamankan FB di wilayah Moutong, Kabupaten Parimo. Sedangkan FM diamankan lima hari kemudian, tepatnya 28 Maret di terminal Mamboro. Karena mencoba melarikan diri, terpaksa petugas melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Dari hasil interogasi, ternyata kedua pelaku tidak hanya sendiri, melainkan ada empat orang rekannya yang lain turut membantu. “Jadi mereka ini memang sindikat Curanmor. Setiap beraksi selalu bersama,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, Senin (1/4) kemarin.

Kedua pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka, dijerat pasal 363 KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Disinggung terkait, penadah dalam setiap aksi mereka, Kabid Humas menyampaikan, hal tersebut masih dalam pengembangan penyidik, termasuk memburu empat rekan pelaku lainnya. “Jadi setiap aksi Curanmor, mereka ganti-gantian ada yang sebagai pemetik atau yang eksekusi mengambil langsung sepeda motor ada pula yang mengawasi,” terang Didik.

Setiap aksinya, para pelaku selalu menggunakan kunci T bila sepeda motor terkunci dan memanfaatkan kelalaian dari pemilik yang lupa mencabut kunci sepeda motor. Aksi Curanmor dilakukan para pelaku ini, di sejumlah tempat di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. “Dari keterangan para pelaku, anggota berhasil mengamankan kembali 9 unit sepeda motor yang belum sempat terjual,” ungkap Kabid Humas.

Masing-masing, sepeda motor Satria F 150, Honda Supra, Yamaha Fiz R, Yamaha Jupiter, Yamaha M3, Mio Sporty dan Beat Pop. Bagi masyarakat, yang merasa kehilangan sepeda motornya, diharapkan bisa melihat langsung kendaraan yang ada dengan syarat membawa STNK, untuk dicocokan dengan nomor mesin maupun nomor rangka di kendaraan tersebut. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.