Elpiji 3 Kg Langka, Polisi akan Turun Tangan

- Periklanan -

Ilustrasi. (Foto: Mugni Supardi)

PALU- Kelangkaan gas elpiji 3 Kg yang sering dikeluhkan masyarakat Kota Palu dan sekitarnya akhir-akhir ini, menjadi perhatian serius aparat kepolisian Resor (Polres) Palu. Polisi menduga, ada Oknum yang sengaja memainkan harga tabung 3 Kg di setiap pangkalan saat stok gas kosong.

Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung, meminta kepada tim yang dibentuk dalam pengawasan Satgas Pangan dan Perindustrian dapat melakukan penyelidikan terhadap kelangkaan gas elpiji 3 Kg di masyarakat saat ini. “Kalau kuat dugaan ada oknum yang bermain dalam pemasaran elpiji 3 Kg, kami akan tindak tegas,” kata Kapolres Palu Selasa (5/9) kemarin usai melakukan pres release di Mapolres Palu.

- Periklanan -

Untuk laporan masyarakat soal kelangkaan gas elpiji  3 Kg yang masuk ke Polres Palu, hingga kini belum ada. Namun adanya fenomena di masyarakat sudah menjadi bahan masukan kepada pihak kepolisian, bahwa ini harus ditindaklanjuti untuk memastikan modusnya. “Siapa yang sebenarnya bermain? Apabila harga sudah melambung tinggi dari HET, maka perlu diselidiki. Ini meresahkan masyarakat,” ujar Christ Pusung.

Harga elpiji 3 Kg yang naik, menurut kapolres, belum diketahui penyebabnya. Sehingga itulah yang menjadi perhatian jajarannya di Polres Palu. Apakah kelangkaan karena stok gas terbatas, atau memang kosong lantaran ada apa-apanya.  “Bisa saja ada yang memainkan harga di pasaran. Inilah yang kami akan selidiki,” katanya.

Kapolres menyatakan, sudah mendengar dan dilaporkan anggotanya bahwa lonjakan harga elpiji 3 Kg di lapangan, dari harga Rp16 ribu di pangkalan dan dijual dengan harga Rp25 ribu per tabung di tingkat pengecer. ”Saya meminta kepada Satgas yang sudah dibentuk, segera menyelidiki masalah gas ini,” pinta orang nomor satu Polres Palu ini. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.