Elisa : Saya Paling Paham Kesulitan Nakes

- Periklanan -

PALU-Anggota DPRD Sulteng, Ir, Elisa bunga Allo, pada saat hadir di Rapat Dengar Pendapat (RDP) Pansus Pengawasan Penanggulangan Covid-19 dalam rangka pembahasan rencana kerja rencana aksi dan evaluasi kegiatan penanggulangan, penanganan Covid-19 bersama instansi terkait, yang digelar secara virtual dan dalam jaringan (daring), banyak memberikan informasi dan masukan atau jalan keluar terkait penaganagan Covid-19 di Sulawesi tengah.

Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi PDIP ini memaparkan mengenai tenaga kesehatan (nakes) yang berjuang di garis paling depan dalam menghadapi wabah virus Covid-19 yang didalamnya ada dokter, perawat dan bidan.

Elisa sangat prihatin tentang nasib para nakes ini. Bahkan dalam satu kasus di Birobuli, tepatnya di Puskesmas Birobuli Elisa mempertanyakan kepada Satgas Pansus soal pengembalian nakes sebesar Rp 600 juta. Padahal ini merupakan hak daripada nakes.

“ Saya paling tau tentang nasib para nakes ini, “ tutur Elisa kepada Radar Sulteng, di sela-sela rapat kemarin.

- Periklanan -

Dalam rapat kemarin, Elisa mengangkat isu nakes dan vaksin. “Dari reses kami, apakah tidak menghambat periode pertama dan kedua. Harus siap. Kedua, nakes yang sudah bertarung di Birobuli mereka mengembalikan dana. Apakah ini tidak menjadi beban untuk nakes lalu harus melakukan pengembalian Rp 600 juta. Nakes itu terpapar dan tertekan, sudah tertunda lagi, “ ungkap Elisa, saat rapat dengar pendapat kemarin, Senin (2/8).

Pertanyaan Elisa itu ditanggapi kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Pemprov Sulteng, Bachran. Bahwa berkaitan dengan pengembalian terjadi beda persepsi antara auditor dan Dirjen Kesehatan. Akhirnya 33 orang diberi surat ditandatangani oleh Auditor untuk tidak melayani Covid-19 sangat besar Rp 600 juta. Birobuli sangat besar kasus Covid-19.

“Aplikasi diinput dari Puskesmas ke Kementerian Kesehatan. Sehingga Dinkes tidak dilibatkan oleh Kemenkes, “ tegas Bachran.

Kepada koran ini, Elisa juga mengungkapkan bahwa di RSUD Undata kini sudah kurang APD baju Asmat. Kecuali yang di ICU. Masih perlu dilengkapi kembali pada setiap Rumah Sakit Darurat Covid-19, karena demi keamanan nakes yang sudah cukup banyak terpapar.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.