Ekspor Sulteng Tumbuh Positif, Didominasi Nikel dan LNG

- Periklanan -

Ilustrasi kegiatan ekspor. (@bmzIMAGES)

PALU-Nilai ekspor berbagai komoditi dari daerah ini selama Desember 2016 tercatat senilai US$ 200,01 juta, naik US$ 50,51 juta atau 33,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, selama Januari-Desember 2016, total nilai ekspor Sulteng tercatat US$ 1.470,34 juta. Meningkat US$ 967,07 juta atau tumbuh hampir 200 persen, tepatnya 192,16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 503,27 juta.

“ Dari total ekspor Sulteng sepanjang tahun 2016, di ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Sulteng senilai US$ 1.461,23 juta. Sisanya senilai US$ 9,11 juta diekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di provinsi lain,” jelas Wahyu Yulianto, Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, kemarin.

Dalam beberapa tahun terakhir ini komoditi ekspor Sulteng masih didominasi oleh kelompok besi dan baja serta bahan bakar mineral. Selama Desember 2016, ekspor kelompok besi dan baja (Nikel) senilai US$ 101,64 juta atau 50,82 persen dari total ekspor. Dan ekspor bahan bakar mineral (LNG) senilai US$ 96,09 juta atau sebesar 48,04 persen dari total ekspor Sulteng).

“Sementara, kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil, masing-masing di bawah US$ 0,50 juta,” sebutnya.

- Periklanan -

Selama Januari-Desember 2016, kelompok besi dan baja mendominasi pangsa ekspor Sulteng. Nilainya mencapai US$ 722,72 juta atau 49,1 5 persen dari total ekspor. Disusul bahan bakar mineral senilai US$ 719,17 juta atau 48,91 persen. Serta lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 15,14 juta atau 1,03 persen. Sementara itu, nilai ekspor kelompok komoditas lainnya masing-masing di bawah US$ 5,00 juta.

Tiongkok selama ini masih menjadi negara tujuan ekspor paling utama daerah ini. Selama Bulan Desember 2016 ekspor berbagai komoditi Sulteng ke negara tersebut mencapai US$ 101,91 juta atau 50,95 persen dari total nilai ekspor. Diikuti Jepang senilai US$ 64,69 juta atau 32,34 persen, Korea Selatan senilai US$ 20,64 juta atau 10,32 persen. dan Thailand senilai US$ 11,46 juta atau 5,73 persen.

“Selama Januari-Desember 2016, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sulteng. Nilainya mencapai US$ 724,30 juta,” sebutnya. Diikuti ke Jepang senilai US$ 388,18 juta, Korea Selatan senilai US$ 275,52 juta, Singapura senilai US$ 31,56 juta, dan Malaysia senilai US$ 31,39 juta. Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke lima negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok 49,26 persen,

Jepang 26,40 persen, Korea Selatan 18,74 persen, Singapura 2,15 persen, dan Malaysia 2,13

persen. Sementara itu, negara lainnya berperan senilai US$ 19,39 juta atau sebesar 1,32 persen. (ars)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.