Ekspor Sulteng Tumbuh Lebih dari 100 Persen

- Periklanan -

Ilustrasi kegiatan ekspor. (@bmzIMAGES)

PALU-Trend ekspor berbagai komoditi dari Sulteng ke berbagai negara tujuan terus menunjukan perkembangan signifikan. BPS mencatat, nilai ekspor Sulteng selama Maret 2017 senilai US$ 208,38 juta, tumbuh US$ 78,07 juta atau 59,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Bulan Februari 2017). Nilai sebesar ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 205,81 juta dan provinsi lain senilai US$ 2,57 juta.

Periode Januari-Maret 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu pertumbuhannya lebih signifikan lagi, mencapai lebih dari 100 persen. Selama Januari-Maret 2017, total nilai ekspor Sulteng tercatat sebesar US$ 484,65 juta.

“Bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tahun ini terjadi peningkatan ekspor Sulteng US$ 255,22 juta atau tumbuh 111,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 229,43 juta,” jelas Kabid Statistik Distribusi Wahyu Yulianto di kantornya, kemarin (2/5). Dari jumlah tersebut di ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Sulteng senilai US$ 478,14 juta dan di ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain senilai US$ 6,51 juta.

Ia menjelaskan, sampai saat ini ekspor Sulteng didominasi oleh dua kelompok komoditas

utama. Yakni, kelompok besi dan baja komoditas senilai US$ 103,80 juta atau 49,81 persen dari

- Periklanan -

total ekspor dan bahan bakar mineral senilai US$ 98,69 juta 47,36 persen. Diikuti ekspor kelompok komoditi lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 2,83 juta atau 1,36 persen. dan Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah US$ 1 ,25 juta.

“Selama Januari-Maret 2017, kelompok bahan bakar mineral mendominasi pangsa ekspor kita. Nilainya mencapai US$ 245,90 juta atau 50,74 persen dari total ekspor,” sebutnya.

Disusul besi dan baja senilai US$ 224,99 juta atau 46,42 persen, serta lemak dan minyak hewan/nabati senilai US$ 6,47 juta atau 1,33 persen. Sementara itu, nilai ekspor kelompok komoditas lainnya masing-masing di bawah US$ 2,00 juta.

Selama Januari-Maret 2017, ekspor terbesar ditujukan ke Tiongkok. Nilainya mencapai

US$ 225,76 juta, diikuti ke Jepang senilai US$ 158,16 juta, Korea Selatan senilai US$ 63,35 juta,

Singapura senilai US$ 25,97 juta, dan Malaysia senilai US$ 6,47 juta.

Berdasarkan kontribusinya, ekspor ke lima negara tujuan tersebut meliputi Tiongkok 46,58 persen, Jepang 32,63 persen, Korea Selatan 13,07 persen, Singapura 5,36 persen, dan Malaysia 1,33 persen. Sementara itu, negara lainnya berperan senilai US$ 4,94 juta atau sebesar 1,03 persen. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.